Share

Hari Santri 2022, Menag: Doakan Para Pahlawan, Kiai, Bangsa, dan Ulama

Hantoro, Jurnalis · Sabtu 22 Oktober 2022 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 22 614 2692432 hari-santri-2022-menag-doakan-para-pahlawan-kiai-bangsa-dan-ulama-QruX0ZB2J6.jpg Pesan Menag Yaqut Cholil Qoumas di Hari Santri 2922. (Foto: Kemenag.go.id)

DALAM upacara Hari Santri 2022, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengajak para santri tetap istikamah pada jalan perjuangannya, membela agama dan bangsa, serta menjaga martabat kemanusiaan.

Menag juga mengajak santri-santri dan masyarakat Indonesia terus mendoakan para pahlawan bangsa, termasuk kiai dan ulama, yang telah syahid dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemaslahatan Indonesia.

Baca juga: Hari Santri 2022, Wapres: Santri Terus Berkiprah Mengisi Kemerdekaan dan Pembangunan Indonesiaย 

"Doakan bangsa dan ulama, jaga martabat kemanusiaan," ucap Menag ketika menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2022), dikutip dari Kemenag.go.id.

Upacara Hari Santri kali ini berbeda dari biasanya. Menag beserta seluruh peserta upacara mengenakan kain sarung dipadukan peci hitam.

"Melalui momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2022 ini, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. Semoga arwah para pahlawan bangsa ditempatkan yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta'ala. Aamiin," ujar Menag.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Santri 2022 mengusng tema 'Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan'. Tema ini memberi pesan bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia.

Baca juga: Hari Santri 2022, Wapres: Peran Santri Diakui Negaraย 

Ketika Indonesia memanggil, santri tidak pernah mengatakan tidak. Santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara.

Dulu, lanjut Gus Men โ€“sapaan akrabnya, ketika Indonesia masih dijajah, para santri turun ke medan laga, berperang melawan penjajah. Ada banyak catatan sejarah yang menggambarkan kiprah para santri berperang melawan penjajah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Menggunakan senjata bambu runcing yang terlebih dahulu didoakan Kiai Subchi Parakan Temanggung misalnya, mereka tidak gentar melawan musuh. Di Surabaya, Resolusi Jihad yang digelorakan Kiai Hasyim Asy'ari membakar semangat pemuda Indonesia melawan Belanda.

Di Semarang, ketika pecah pertempuran lima hari, para santri juga turut berada di garda depan perjuangan. "Di tempat lainnya sama. Santri selalu terlibat aktif dalam peperangan melawan penjajah," tuturnya.

Baca juga: Kemenag Tetapkan Seragam Upacara Hari Santri 2022 Sarung dan Berpeciย 

Pada masa ketika Indonesia sudah memproklamasikan diri sebagai negara yang merdeka, santri juga tidak absen. Disebutkan, KH Wahid Hasyim, ayahanda KH Abdurrahman Wahid, adalah salah satu santri yang terlibat secara aktif dalam pemerintahan di awal-awal kemerdekaan.

Dialah bersama santri-santri dan tokoh-tokoh agama lainnya turut memperjuangkan kemaslahatan umat agama-agama di Indonesia.

Baca juga: Hari Santri 2022 Usung Tema 'Berdaya Menjaga Martabat Manusia', Ketahui Maknanyaย 

Pasca-kemerdekaan Indonesia, santri juga lebih semangat lagi memenuhi panggilan Ibu Pertiwi. Mereka tidak asyik dengan diri sendiri, tetapi terlibat secara aktif di dunia perpolitikan, pendidikan, sosial, ekonomi dan ilmu pengetahuan, selain juga agama.

"Catatan sejarah ini menunjukkan bahwa santri dengan segala kemampuannya bisa menjadi apa saja. Sehingga, mengasosiasikan santri hanya dengan bidang ilmu keagamaan saja tidaklah tepat. Santri sekarang telah merambah ke berbagai bidang profesi, memiliki keahlian bermacam-macam, bahkan mereka menjadi pemimpin negara," tegasnya.

Meski bisa menjadi apa saja, Menag meminta santri tidak melupakan tugas utamanya, yaitu menjaga agama. Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya.

Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Baca juga: Viral Driver Ojol Super-Sabar Temani Bocah Penumpang Jajan Es Krim Sampai Cilok, Ending-nya Bikin Senyum Lebarย 

"Menjaga martabat kemanusiaan atau hifdzunnafs adalah salah satu tujuan diturunkannya agama di muka bumi (maqashid al-syariah). Tidak ada satu pun agama yang menyuruh pemeluknya untuk melakukan tindakan yang merusak harkat dan martabat manusia. Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," pesan Menag.

"Santri senantiasa berprinsip bahwa menjaga martabat kemanusiaan adalah esensi ajaran agama. Apalagi di tengah kehidupan Indonesia yang sangat majemuk. Bagi santri, menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Heboh Wirda Mansur Sedekah Dapat Mobil Rp1,4 Miliar, Simak Aturan Sedekah Menurut Syariat Islamย 

Terakhir, Menag menegaskan peringatan Hari Santri bukanlah milik santri semata. Hari Santri adalah milik semua komponen bangsa yang mencintai Tanah Air, milik mereka yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

"Karena itu, saya mengajak semua masyarakat Indonesia, apa pun latar belakangnya, untuk turut serta ikut merayakan Hari Santri. Merayakan dengan cara napak tilas perjuangan santri menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia," pungkasnya.

Wallahu a'lam bisshawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini