Share

Gara-Gara Kapas di Telinga, Abu Nawas Pergoki Abu Jahal Mau Mencuri Lonceng Rumahnya

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 06:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 614 2718712 gara-gara-kapas-di-telinga-abu-nawas-pergoki-abu-jahal-mau-mencuri-lonceng-rumahnya-uDGDTxl60R.jpg Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas pergoki Abu Jahal mau mencuri lonceng rumahnya. (Foto: YouTube Humor Sufi Official)

ABU Nawas dalam kesehariannya dikenal sangat sederhana. Namun, ia memiliki tetangga yang tidak henti-hentinya memusuhi yakni Abu Jahal.

Setiap kali Abu Nawas membeli suatu barang, Abu Jahal merasa panas. Ia tidak suka melihat Abu Nawas bahagia dengan barang baru yang dimiliki.

Suatu hari Abu Nawas membeli sebuah lonceng, lalu menempelkannya di depan pintu rumahnya. Bila ada orang yang hendak bertamu tidak perlu lagi mengetuk pintu, cukup membunyikan lonceng tersebut.

Melihat hal itu, hati Abu Jahal pun merasa panas. "Sombong sekali Abu Nawas. Beli lonceng saja pamer," ucap Abu Jahal, seperti dikutip dari kanal YouTube Humor Sufi Official.

BACA JUGA:Abu Nawas Dituduh Mencuri Keledai, tapi Kok Malah Abu Jahal yang Dipenjara? 

Abu Nawas yang menangkap gelagat Abu Jahal malah sengaja menggodanya. "Hai Abu Jahal, lihatlah aku punya lonceng warisan leluhurku," teriaknya.

Mendengar teriakan Abu Nawas, membuat Abu Jahal makin kesal. "Dasar tukang pamer," balas dia.

Padahal Abu Nawas sama sekali tidak ada niatan pamer, Abu jahal-nya saja yang merasa dengki dengan Abu Nawas. Akibat rasa dengki itu, Abu Jahal ingin membalas perlakuan Abu Nawas. Lalu muncullah di benaknya niat berbuat jahat.

"Akan aku curi lonceng Abu Nawas, lalu aku buang ke hutan biar dia tahu rasa," pikir Abu Jahal. 

Info grafis sunah-sunah di hari Jumat. (Foto: Okezone)

Ternyata niatan Abu Jahal ini bukan omong kosong. Saat tengah malam tiba, ia benar-benar melakukan aksi jahat dengan berjalan mengendap-endap Abu Jahal.

Ia mendekati pintu rumah dan berusaha mencongkel lonceng yang menempel di pintu. Akan tetapi saat loncengnya tersenggol, langsung berbunyi hingga membuat Abu Nawas terjaga dari tidurnya. "Siapa di luar?" teriak Abu Nawas.

Mendengar itu, Abu Jahal Langsung kabur meninggalkan rumah Abu Nawas. "Kurang ajar, hampir saja aku ketahuan," ujar Abu Jahal.

BACA JUGA:Buat Sayembara untuk Murid-muridnya, Abu Nawas Rela Menyamar Jadi Pengemis 

Meski hampir ketahuan, Abu Jahal tidak mau menyerah. Malam berikutnya ia coba kembali mencuri lonceng pintu Abu Nawas. Kali ini dia lebih hati-hati, dan saat memegang lonceng lonceng tersebut kembali mengeluarkan suara.

"Siapa di luar?" teriak Abu Nawas. Mendengar teriakan Abu Nawas, Abu Jahal panik dan langsung kabur.

Begitu juga malam-malam berikutnya, Abu Jahal tidak pernah berhasil mencuri lonceng milik Abu Nawas.

Dikarenakan selalu gagal, Abu Jahal pun berpikir keras mencari cara lain, dan lucunya yang terbesit di benaknya adalah Abu Nawas. "Bukankah Abu Nawas sangat cerdik, aku akan tanya kepadanya," pikir Abu Jahal. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Abu Jahal pun pergi menemui Abu Nawas. "Ada apa Abu Jahal? Tumben main kemari," tanya Abu Nawas.

"Aku mau tanya sesuatu, barangkali kamu tahu solusinya," tutur Abu Jahal.

"Oh mau tanya apa?" sahut Abu Nawas lagi.

"Menurutmu cara apa yang paling ampuh mengambil benda yang berbunyi agar tidak terdengar?" tanya Abu Jahal.

Abu Nawas tidak menaruh rasa curiga sama sekali. Dia tidak tahu kalau benda yang dimaksud Abu Jahal adalah lonceng miliknya, tapi Abu Nawas malah memberi solusi yang konyol.

"Itu sih gampang. Saat kamu akan mengambil benda tersebut tutup kedua telingamu dengan kapas pasti kamu tidak akan mendengar suara apa pun," jawab Abu Nawas.

Sejenak Abu Jahal terdiam, lalu berkata dalam hati, "Betul juga kata Abu Nawas. Kenapa tidak terpikirkan olehku."

"Terima kasih Abu Nawas atas solusinya," ucap Abu Jahal.

Ia pun pergi meninggalkan Abu Nawas. Saat tengah malam tiba, Abu Jahal mulai beraksi sesuai saran Abu Nawas. Abu Jahal menutup kedua telinganya dengan kapas lalu memasuki halaman rumah Abu Nawas.

Ketika mengambil lonceng yang menempel di pintu, Abu Jahal tidak mendengar suara apa pun. "Akhirnya aku berhasil," ucap Abu Jahal kegirangan.

Namun saat ia Hendak membawa loncengnya, tiba-tiba dari belakang pundaknya ditepuk seseorang. Sontak Abu Jahal terkejut, apalagi ketika menoleh ke belakang ternyata orang tersebut adalah Abu Nawas.

"Aneh sekali kenapa Abu Nawas bisa mendengarnya, padahal aku tidak mendengar bunyi apa pun," batin Abu Jahal keheranan.

Melihat tingkah Abu Jahal ini Abu Nawas pun tertawa. Kemudian membuka kapas yang menempel di telinga Abu Jahal. "Ngapain kamu mencuri lonceng saya?" tanya Abu Nawas.

Bukannya menjawab, Abu Jahal malah kabur sambil melempar lonceng di tangannya. Tawa Abu Nawas pun kembali pecah melihat kekonyolan Abu Jahal.

"Tentu saja aku bisa mendengar suara lonceng, telingaku kan tidak ditutup dengan kapas," teriak Abu Nawas.

"Kurang ajar Abu Nawas, dia telah mempermainkanku," gerutu Abu Jahal.

Wallahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini