Share

Abu Nawas Dituduh Mencuri Keledai, tapi Kok Malah Abu Jahal yang Dipenjara?

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Kamis 01 Desember 2022 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 614 2718239 abu-nawas-dituduh-mencuri-keledai-tapi-kok-malah-abu-jahal-yang-dipenjara-d4AilG7NSI.jpg Ilustrasi cerita Abu Nawas dituduh mencuri keledai oleh Abu Jahal. (Foto: Istimewa/Okezone)

HIDUP bertetangga kadang ada yang suka da nada yang kurang suka dengan kita. Itulah yang dialami Abu Nawas. Meskipun dikenal suka menolong, ada saja orang yang tidak suka dengan sosok cerdas dan humoris ini.

Sebut saja namanya Abu Jahal. Entah kenapa dia sangat membenci Abu Nawas. Abu Jahal selalu mencari celah untuk memfitnah Abu Nawas, akan tetapi usahanya selalu gagal. Tentu saja hal ini membuat Abu Jahal makin benci kepada Abu Nawas.

BACA JUGA:Buat Sayembara untuk Murid-muridnya, Abu Nawas Rela Menyamar Jadi Pengemis 

Sampai pada suatu ketika Abu Jahal mempunyai rencana yang licik. Dia akan menjebak Abu Nawas supaya namanya menjadi buruk di mata masyarakat.

Esok harinya Abu Jahal mulai mengatur strategi. Ia pergi ke pasar untuk membeli sandal. Sandal yang ia beli sama persis dengan kepunyaan Abu Nawas.

Abu Jahal juga membayar orang suruhan untuk mengambil keledainya sendiri pada malam hari. Setelah malam tiba, Abu Jahal mulai menjalankan aksinya. Dia sengaja menaruh keledainya di depan rumah dan meletakkan sandal yang sama persis dengan sandal Abu Nawas di halaman rumahnya. 

Info grafis keutamaan membaca Surat Al Kahfi. (Foto: Okezone)

Tidak lama kemudian datanglah orang bayaran Abu Jahal untuk mengambil keledai di depan rumahnya. Setelah orang bayarannya sudah benar-benar menghilang, Abu Jahal mendadak berteriak.

"Maling, maling, keledaiku dicuri maling," teriak Abu Jahal pura-pura panik, seperti dikutip dari tayangan di kanal YouTube Humor Sufi Official.

BACA JUGA:Cerita Lucu Abu Nawas Ajak Prajurit Istana Senang-Senang di Kuburan, Aneh Banget! 

Sontak teriakan Abu Jahal mengundang perhatian para tetangganya. Mereka lalu berduyun-duyun mendatangi rumah Abu Jahal.

"Ada apa Abu Jahal?" tanya salah satu tetangganya.

"Keledaiku dicuri maling, tapi malingnya sempat aku pergoki," jawab Abu Jahal.

"Kamu berhasil mengenali wajahnya Abu Jahal?" tanya tetangga yang lain.

"Enggak sih, karena waktu aku memergoki, malingnya langsung panik dan lari terbirit-birit sampai meninggalkan sandalnya," kata Abu Jahal sambil menunjukkan sandal di halamannya.

"Lho ini kok seperti sandal Abu Nawas? Tapi masak iya sih Abu Nawas mencuri keledaimu?" ujar tetangganya tidak percaya.

"Yah namanya orang lagi khilaf, apa pun pasti dilakukannya, apalagi sekarang Abu Nawas sudah lama tidak diberi hadiah Baginda Raja, pastinya dia tidak punya uang lagi untuk beli makanan," ucap Abu Jahal memprovokasi. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Akibat hasutan Abu Jahal ini para warga mulai tersulut emosinya. Abu Nawas yang sedang asyik tidur di rumahnya langsung dipaksa dan diarak warga menuju istana.

"Ada apa ini? Apa yang kalian lakukan?" tanya Abu Nawas bingung.

"Sudah kamu diam saja. Kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu," tegas Abu Jahal.

Dalam hati Abu Jahal berkata, "Kali ini aku berhasil menjebakmu Abu Nawas." Ia pun tersenyum jahat kepada Abu Nawas.

Setibanya di istana, Baginda Raja kaget ada rombongan warga datang. Terlebih lagi di situ ada Abu Nawas dengan kondisi tangan terikat.

"Ada apa ini? Kenapa malam-malam datang kemari?" tanya Baginda Raja.

"Ampun Paduka yang mulia, hamba mau melaporkan keledai hamba dicuri Abu Nawas," jawab Abu Jahal.

Abu Nawas yang mendengar pengaduan Abu Jahal hanya terdiam. Ia menunggu saat yang tepat untuk membongkar kedok Abu Jahal.

"Memangnya kamu punya buktinya Abu Jahal? Apakah keledaimu ada di rumah Abu Nawas?" tanya Baginda Raja.

"Keledainya memang tidak ada di rumah Abu Nawas, bisa saja dia menaruhnya di tempat lain Paduka yang mulia, tapi saya punya bukti yang lain," ucapnya.

"Coba tunjukkan bukti yang kamu punya Abu Jahal," perintah Baginda Raja.

Ia lalu menunjukkan sandal yang mirip dengan milik Abu Nawas. "Ini buktinya Paduka yang mulia. Waktu hamba memergoki, Abu Nawas lari terbirit-birit sampai meninggalkan sandalnya di halaman rumah hamba," tutur Abu Jahal.

"Apa benar itu sandal kamu Abu Nawas?" tanya Baginda Raja kepada Abu Nawas.

"Bukan Baginda Raja, tapi sandal itu memang mirip dengan sandal hamba," jawab Abu Nawas.

"Kamu jangan coba mengelak Abu Nawas, jelas-jelas itu sandalmu," bentak Abu Jahal.

"Sudah-sudah, berikan sandal itu kepadaku," pinta Baginda Raja kepada Abu Jahal. 

Setelah Abu Jahal memberikan sandal tersebut, Baginda Raja lalu memanggil Abu Nawas. "Abu Nawas kemarilah, coba pakai sandal ini," perintah Baginda Raja.

Setelah dicoba, sandal yang dibawa Abu Jahal tidak muat di kaki Abu Nawas. Melihat hal itu, Abu Jahal mulai belingsatan, mukanya pucat, dan keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya.

"Ini jelas-jelas bukan sandal Abu Nawas. Kamu jangan menuduh orang sembarangan, atau jangan-jangan kamu ingin memfitnah Abu Nawas?" bentak Baginda Raja geram kepada Abu Jahal.

Dengan mulut terbata-bata, Abu Jahal menjawab, "Maaf Paduka yang mulia, hamba kira itu sandalnya Abu Nawas."

Ternyata Abu Jahal salah perhitungan saat membeli sandal yang mirip dengan sandal Abu Nawas. Abu Jahal tidak mencocokkan dengan ukuran kaki Abu Nawas. Di saat Abu Jahal mulai terbongkar rencana busuknya, Abu Nawas langsung melancarkan aksinya.

"Begini Paduka yang mulia, sebenarnya Abu Jahal sudah berulang-kali mencoba berbuat jahat, tapi rencananya selalu bisa hamba gagalkan," ungkap Abu Nawas.

Perkataan Abu Nawas ini juga dibenarkan oleh warga-warga. "Benar Baginda, benar apa yang dikatakan Abu Nawas. Kami sungguh sangat menyesal dan kecewa karena kali ini kami termakan hasutan Abu Jahal. Kami minta maaf Abu Nawas," ucap para warga.

Abu Nawas pun memaafkannya, karena pada dasarnya mereka hanya termakan hasutan Abu Jahal. Sementara Abu Jahal langsung dimasukkan ke penjara atas perbuatan yang dilakukan.

Wallahu a'lam bisshawab

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini