Share

Cerita Lucu Abu Nawas Ajak Prajurit Istana Senang-Senang di Kuburan, Aneh Banget!

Fini Nola Rachmawati, Jurnalis · Selasa 29 November 2022 06:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 614 2716363 cerita-lucu-abu-nawas-ajak-prajurit-istana-senang-senang-di-kuburan-aneh-banget-sObnCF0aIG.jpg Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas kerjai prajurit istana senang-senang di kuburan. (Foto: YouTube Juha Official)

INILAH cerita lucu Abu Nawas mengerjai prajurit istana. Mereka diajak senang-senang di kuburan. Memang bisa? Simak kisah lengkapnya berikut ini.

Berawal dari suatu pagi Abu Nawas sedang duduk-duduk santai di teras rumahnya. mendadak datanglah beberapa prajurit istana.

BACA JUGA:Hebat! Cuma Sebut Satu Kalimat, Abu Nawas Selesaikan Masalah Ibu-Ibu Rebutan Bayi 

"Pak Tua di manakah aku bisa menemukan tempat untuk bersenang-senang di daerah sekitar sini?" tanya seorang prajurit yang ternyata komandan prajurit, seperti dikutip dari YouTube Tabassam Channel.

"Kalau tidak salah di sebelah sana," jawab Abu Nawas malas-malasan.

"Di manakah tempat itu?" tanya prajurit lainnya dengan sifat yang tidak menghargai.

"Pergilah ke arah sana lurus tanpa belok-belok, maka kalian akan menjumpai tempat untuk bersenang-senang," jawab Abu Nawas. 

Ilustrasi Abu Nawas. (Foto: YouTube Humor Sufi Official)

Rombongan tentara kerajaan itu akhirnya pergi juga menuju tempat yang sudah ditunjukkan Abu Nawas. Setelah beberapa saat kagetlah mereka semua karena tempat yang mereka cari tidak ditemukan, kecuali hanya sebuah perkuburan yang sangat luas.

Tentu saja hal ini membuat para prajurit berang karena merasa telah ditipu oleh Abu Nawas. Mereka pun kembali lagi ke tempat Abu Nawas.

"Wahai pak tua, keluarlah engkau! Kenapa engkau berani sekali membohongi kami?" tanya sang komandan yang tidak tahu kalau yang diajak bicara itu sebenarnya Abu Nawas si penasihat kerajaan.

"Siapakah engkau ini berani sekali membohongi kami?" tanya salah seorang prajurit.

"Aku adalah abdi," jawab Abu Nawas.

BACA JUGA:Luar Biasa! Abu Nawas Bisa Seberangi Lautan Tanpa Berenang 

Abu Nawas erkesan asal bicara, komandan dan para prajurit merasa geram dan marah.

"Prajurit, tangkap dia!" perintah komandan kepada para anak buahnya.

"Engkau akan aku bawa ke panglima kami," tambah komandan kepada Abu Nawas. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Rupanya Abu Nawas dihadapkan ke panglima kerajaan. "Wahai panglima, kami telah menangkap seorang pembohong yang berani membohongi pasukan kerajaan," kata komandan melaporkan.

Panglima bersikap biasa saja, bahkan dia memerintahkan kepada prajurit untuk melepaskan borgol di tangan Abu Nawas. Komandan dan para prajurit terkejut dan merasa heran.

Setelah itu panglima mendekati Abu Nawas. "Tuan maafkan perbuatan anak buahku ini ya," kata panglima itu dengan sangat sopan.

Panglima dan Abu Nawas sudah saling mengenal. Mereka sering kali bertemu ketika sang khalifah mengundangnya ke istana.

Betapa terkejutnya sang komandan dan para prajurit. Perasaan sombong dan congkak yang tadi menyelimuti mereka seakan berubah menjadi rasa takut.

"Wahai Tuan Abu Nawas, sebenarnya kebohongan apa yang mereka sangkakan kepadamu?" tanya panglima.

"Wahai panglima, mereka memintaku menunjukkan tempat untuk bersenang-senang. Tentu saja aku tunjukkan kuburan, karena kuburan adalah tempat yang lebih baik bagi orang-orang yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala."

"Di sana pula dia akan mendapat hidangan yang nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terbebas dari rasa fitnah dan kejahatan manusia dan makhluk lainnya," jawab Abu Nawas serius.

Panglima tersenyum mendengar penjelasan Abu Nawas. Komandan istana lantas buru-buru mendekati Abu Nawas.

"Maafkan hamba, Tuan Abu Nawas. Andai saja hamba mengetahui bahwa tuan adalah Tuan Abu Nawas, tentu kami tidak akan berani membawa tuan ke hadapan panglima," kata Komandan lagi.

"Wahai komandan, apakah aku telah membohongi kalian? Bukankah aku berkata benar. Aku adalah abdi dan setiap orang adalah abdi Allah Subhanahu wa Ta'ala, termasuk kalian semuanya," tutur Abu Nawas.

"Anda benar tuanku," jawab komandan dengan malu hati. Allahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini