Share

Abu Nawas Siang Bolong Bawa Lampu Cari Neraka, Orang-Orang Bengong Lihatnya

Hantoro, Jurnalis · Senin 26 Desember 2022 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 25 614 2734017 abu-nawas-siang-bolong-bawa-lampu-cari-neraka-orang-orang-bengong-lihatnya-KmrT9oPpjY.jpg Ilustrasi cerita lucu Abu Nawas. (Foto: YouTube Doa Ibu Guru)

SUATU hari Abu Nawas dikira gila karena tiba-tiba siang hari bawa lampu mencari neraka. Di setiap sudut rumah, ia berhenti, celingak-celinguk ke kanan-kiri, sambil tangannya yang membawa lampu minyak digoyang-goyangkan. Setelah itu Abu Nawas kembali berjalan dengan lampu tetap di tangan.

Tingkah Abu Nawas ini tentu saja menggegerkan penghuni Kota Baghdad. Bagaimana mungkin orang secerdas Abu Nuwas berjalan pada siang hari saat sinar matahari menyorot tajam sambil membawa lampu?

BACA JUGA:Cerita Lucu Raja Malah Ketawa Terbahak-bahak Dibelakangi Abu Nawas, Ini Sebabnya 

"Abu Nawas mulai gila," ucap seorang warga Baghdad, seperti dikutip dari Kalam Sindonews, Senin (26/12/2022).

"Baginda Raja pasti malu punya staf ahli mendadak gila," celetuk warga lainnya, dinukil bukunya 'Kisah Lucu Kecerdasan Abu Nawas' karya Sukma Hadi Wiyanto. 

 

Tapi, Abu Nawas tidak peduli. Esok harinya lagi-lagi pujangga Baghdad itu keluar rumah, kali ini bahkan lebih pagi, sambil tetap membawa lampu minyak.

Abu Nawas tidak bersuara dan terus bekerja. Dia celingak-celinguk ke kanan kiri, sambil tangannya yang membawa lampu minyak digoyang-goyangkan.

BACA JUGA:Cerita Lucu Raja Dikasih Bebek Panggang Berkaki Satu oleh Abu Nawas 

Di hari kedua itu, beberapa orang masih menganggap Abu Nawas waras. Maka itu, mereka bertanya apa yang dicari Abu Nawas pada siang hari dengan lampu di tangan. Dijawabnya singkat, "Saya sedang mencari neraka."

"Ah, Abu Nawas mulai gila," pikir para warga tersebut. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Maka ketika di hari ketiga, Abu Nawas tetap melakukan hal yang sama, celingak-celinguk ke kanan-kiri di rumah orang, sambil tangannya yang membawa lampu minyak digoyang-goyangkan. Orang-orang pun mulai tidak sabar.

Undang-undang di Kota Baghdad melarang orang gila berkeliaran karena sangat erbahaya. Seseorang bisa membunuh, atau mengintip orang mandi, dengan berpura-pura gila.

Maka itu, cerita selanjutnya mudah ditebak: Abu Nawas ditangkap lalu diserahkan ke istana. Sejumlah musuh politik Baginda Raja Harun Al Rasyid malah gembira, kegilaan Abu Nawas bisa mereka "goreng" untuk menyudutkan wibawa Raja.

Benar saja, Raja malu bukan kepalang, lalu bertanya dengan nada keras, "Abu Nawas, apa yang kamu lakukan dengan lampu minyak itu siang-siang?"

"Hamba mencari neraka, Baginda Raja yang mulia," ucap Abu Nawas dengan wajah serius. Tidak ada indikasi dia gila.

"Kamu gila, Abu Nawas. Sahih, kamu gila," ujar Baginda Raja.

"Tidak, Baginda Raja. Merekalah yang gila," sergah Abu Nawas.

"Siapa mereka?" tanya Baginda Raja.

Abu Nawas lalu meminta orang-orang yang tadi menangkap dan menggiring dirinya menuju istana dikumpulkan di depan istana. Jumlah mereka ribuan. 

Setelah mereka berkumpul di depan istana, Abu Nawas didampingi Baginda Raja lantas mendatangi mereka.

"Wahai kalian yang mengaku waras," teriak Abu Nawas kepada orang-orang di depannya, "Apakah kalian selama ini menganggap orang lain yang berbeda pikiran dan berbeda pilihan dengan kalian adalah munafik?"

"Benaaaaar!" jawab mereka dengan kompak dan tegas.

"Apakah kalian juga yang menyatakan para munafik itu sesat?" tanya Abu Nawas lagi.

"Betuuuuuul. Dasar sesat!" ucap warga.

"Jika mereka munafik dan sesat, apa konsekuensinya?"

"Hai Abu Nuwas, kamu gila ya? Orang munafik pasti masuk neraka! Dasar munafik, kamu!"

"Baik, jika saya munafik, sesat, dan masuk neraka; di mana neraka yang kalian maksud? Punya siapa neraka itu?" tanya Abu Nawas dengan tenang, sambil kali ini lampu di tangannya diangkat tinggi-tinggi seolah mencari sesuatu.

Kali ini orang-orang di depan Baginda Raja mulai tidak sabar. Mereka merasa diledek dengan mimik Abu Nuwas dan lampu di tangannya.

"Hai Abu Nawas, tentu saja neraka ada di akhirat dan itu milik Allah Subhanahu wa ta'ala. Kenapa kamu tanya?"

"Baginda, mohon maaf," kata Abu Nawas kepada Raja Harun. "Tolong sampaikan kepada mereka, jika neraka ada di akhirat dan yang punya neraka itu adalah Allah, kenapa mereka di dunia ini gemar sekali menentukan orang lain masuk neraka? Apakah mereka asisten Allah yang tahu bocoran catatan Allah? Atau jangan-jangan merekalah yang gila?"

Baginda Raja tercengang mendengar perkataan Abu Nawas tersebut, lalu tertawa lepas. Abu Nawas memang jenaka.

Allahu a'lam bisshawab

1
3
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini