Share

Begini Cara Menyantuni Anak Yatim agar Dapat Balasan Tempat di Surga

Hantoro, Jurnalis · Senin 30 Januari 2023 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 30 330 2755552 begini-cara-menyantuni-anak-yatim-agar-dapat-balasan-tempat-di-surga-YM3vOB1Deg.jpg Ilustrasi cara menyantuni anak yatim yang akan mendapat ganjaran tempat di surga. (Foto: Freepik)

ANAK yatim merupakan anak yang sudah ditinggal meninggal dunia oleh ayahnya. Kata Yatim berasal dari bahasa Arab yang berarti orang yang kehilangan (kematian) ayahnya, bukan ibunya.

Anak yatim wajib disantuni karena kehilangan ayah yang wajib menanggung nafkahnya. Meski demikian, orang yang kehilangan (kematian) ibunya tetap wajib disantuni sebagaimana halnya anak yatim. Apalagi kalau kehilangan (kematian) kedua orang tuanya sekaligus.

BACA JUGA:Masya Allah! 2 Anak Yatim Indonesia Ini Disebut Google Alquran karena Hafal 30 Juz, Tuai Pujian Netizen 

 

Adapun piatu adalah istilah dalam bahasa Indonesia untuk sebutan bagi anak yang kehilangan (kematian) ibunya. Jadi, anak yang kehilangan (kematian) ayah dan ibunya sering disebut dengan yatim piatu.

Dilansir Muhammadiyah.or.id, masa keyatiman seorang anak itu ada batasnya, yaitu ketika dia telah baligh dan tampak rusyd (kemandirian) pada dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

"Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya." (QS An-Nisa’ (4) Ayat 6)

BACA JUGA:Keutamaan Menyayangi dan Menyatuni Anak Yatim Bakal Disandingkan dengan Rasulullah 

Dalam hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam disebutkan yang artinya:

"Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: 'Pemelihara anak yatim kepunyaannya (masih ada hubungan keluarga) atau kepunyaan orang lain (tidak ada hubungan keluarga), dia dan aku seperti dua jari ini di surga.' Lalu Malik mengisyaratkannya dengan jari telunjuk dan jari tengah." (HR Muslim) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Secara terperinci, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam tidak memberi contoh bagaimana cara menyantuni anak yatim. Namun hal yang jelas, cara menyantuni anak yatim itu adalah dengan memuliakan, memperhatikan, memberi kasih sayang, memenuhi kebutuhan hidupnya (makan, minum, pakaian, tempat tinggal), pendidikannya, kesehatannnya dan segala sesuatu yang diperlukannya agar menjadi anak yang salih, mandiri, dan berguna.

Selain itu, dalam hadits lain dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam disebutkan:

"Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang laki-laki yang mengadukan kekerasan hatinya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, maka beliau bersabda: 'Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin'." (HR Ahmad dengan perawi shahih)

Menurut hadits tersebut, mengusap kepala anak yatim dan memberi makan orang miskin mempunyai pengaruh yang sangat baik pada diri seseorang, yaitu dapat melembutkan hati yang keras. Dalam praktiknya, kedua hal itu dilakukan dengan penuh keinsyafan hati secara natural (tidak dibuat-buat) atau dipaksa-paksakan).

Mengusap kepala anak yatim adalah simbol atau cara menunjukkan empati dan kasih sayang, bukan ritual yang harus dilakukan. Sudah tentu yang diusap adalah kepala anak yatim yang belum dewasa.

Adapun orang laki-laki membelai rambut anak yatim putri yang sudah menginjak usia remaja adalah dilarang karena menimbulkan fitnah.

Allahu a'lam bishawab

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini