Dikatakan Maskat, bahwa jamaah haji harus selalu membawa paspor mereka sendiri dan tidak boleh dititipkan ke siapapun, termasuk ke keluarga, baik itu anak atau istri sebelum mereka naik ke dalam bus ke Makkah. Sebab, saat setelah keluar dari pesawat kemungkinan besar untuk terpisah sangat besar, terutama untuk jamaah haji lansia dan disabilitas.
Bisanya jamaah lansia dan difabel akan keluar paling akhir dibandingkan reguler. Mereka akan didorong dengan kursi roda dalam proses sejak turun bandara sampai menuju bus atau paviliun. Jika paspor terbawa orang lain, termasuk keluarga, potensi terjadinya hambatan dari proses imigrasi sampai bus pasti terjadi.
Kalau paspornya takut hilang, maka cukup minta dibantu memasukkan paspor ke dalam tas hitam yang dikalungkan di leher. Sehingga nanti saat dibutuhkan tinggal diambil. "Jangan titip dibawakan, karena risikonya bisa terkendalam di imigrasi atau bus," pesan Maskat.
(Dani Jumadil Akhir)