JEDDAH - Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak dari jamaah haji 1444 H / 2023 M. Menurut data Kementerian Kesehatan sampai hari ke-25 penyelenggaraan ibadah haji, terdapat 42 dari 78 jamaah haji meninggal di Arab Saudi disebabkan oleh penyakit jantung.
Penanggungjawab Medis KKHI Makkah Muhaimin Munizu mengatakan bahwa jamaah haji yang memiliki riwayat atau risiko tnggi penyakit jantung harus berhati hati dalam pelaksanaan rangkaian ibadahnya.
BACA JUGA:
Menurut Muhaimin, jamaah haji dengan penyakit jantung tetap bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar asal bisa mengukur diri dan tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Pertama, Muhaimin mengingatkan pentingnya jamaah haji rutin dan tepat waktu mengonsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter jantungnya bagi jemaah haji yang sudah dalam terapi penyakit jantung koroner atau gagal jantung. Jika dalam ibadah haji ini, jamaah haji kehabisan obat rutin dapat lapor kepada tenaga kesehatan kloternya (TKH).
BACA JUGA:
TKH dapat meminta obat rutin tersebut ke depo obat atau berkonsultasi dengan dokter spesialis di KKHI supaya jamaah bisa melanjutkan terapinya. Kedua, lanjut Muhaimin, jamaah harus menghindari aktifitas fisik yang berat dan melakukan sesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Upayakan jamaah haji tidak kelelahan yang dapat memicu timbulnya serangan jantung.
Salah satu cara yang disarankan yaitu penggunaan kursi roda terutama pada jamaah haji yang memiliki gangguan jantung. Tolok ukurnya, jika jamaah haji di Indonesia sudah dilakukan pemeriksaan EKG dan terdeteksi memiliki penyakit jantung berat atau penyakit jantung koroner, jangan melakukan aktivitas yang menimbulkan kelelahan sehingga bisa memicu keluhan jantung yang sifatnya akut atau serangan jantung.