Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Puncak Haji 2023, Jamaah Diingatkan Tak Kejar Sunnah tapi Ketinggalan Wajib

Maruf El Rumi , Jurnalis-Jum'at, 23 Juni 2023 |13:12 WIB
Jelang Puncak Haji 2023, Jamaah Diingatkan Tak Kejar Sunnah tapi Ketinggalan Wajib
Kepadatan Masjidil Haram, Makkah (Foto: Antara/MCH 2023)
A
A
A

JEDDAH - Inti ibadah haji adalah ketika jamaah haji sudah memasuki periode puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Menjelang periode tersebut, jamaah haji tidak perlu memaksakan diri menjalankan ibadah tarwiyah dengan cara bermalam di Mina sebelum wukuf sampai terbit fajar tanggal 9 Dzulhijjah. Jika memaksakan diri dikhawatirkan, membuat ibadah-ibadah pokok setelahnya jadi terhambat.

"Agama ini memberikan kemudahan, wa ma ja'ala 'alaikum fid din min haraj (Allah tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama). Maka, jangan pernah memaksakan diri apalagi dalam cuaca panas ekstrem seperti sekarang ini, kemudian jalan kaki untuk mengambil sunnah lalu nanti ketinggalan yang wajib," kata Mustasyar Diny (Penasihat Keagamaan) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi KH Zulfa Mustofa kepada Media Center Haji (MCH).

Kiai Zulfa mengajak jamaah untuk memanfaatkan waktu luang yang tersisa untuk memperdalam ilmu dan beribadah di hotel masing-masing. Dia mengharapkan para jamaah haji memperluas wawasan bersama ustadz, pembimbing, atau konsultan ibadah haji di kloter masing-masing agar ibadah yang dijalani memiliki dasar syariat.

Sehingga jangan sampai, mendahulukan hal sunnah hingga terkendala mengerjakan hal wajib seperti orang berburu ikan kecil tapi melepaskan ikan besar.

"Perbanyaklah melakukan ibadah-ibadah yang tidak menghabiskan energi, tenaga. Misalnya, di dalam hotel baca Al-Qur'an, shalat berjamaah, banyak diskusi dan mendalami hal-hal yang terkait fiqih haji," pesannya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement