Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bacaan Surat Asy-Syu'ara Lengkap 227 Ayat, Arab, Latin, Beserta Artinya

Hantoro , Jurnalis-Rabu, 19 Juli 2023 |10:19 WIB
Bacaan Surat Asy-Syu'ara Lengkap 227 Ayat, Arab, Latin, Beserta Artinya
Ilustrasi membaca Alquran Surat Asy-Syu'ara. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

BACAAN Surat Asy-Syu'ara lengkap 227 ayat, Arab, latin, beserta artinya. Surat Asy-Syu'ara memiliki arti Penyair. 

Surat Asy-Syu'ara berada di urutan ke-27 dalam kitab suci Alquran. Lalu termasuk golongan Makkiyyah karena turun di Kota Makkah, Arab Saudi.

Dihimpun dari laman Abusyuja, penamaan Surat Asy-Syu'ara karena di dalamnya terdapat lafaz asy-syu'ara yang terdapat pada ayat 224. Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan para penyair secara khusus.

Dalam surat ini mengulas bahwa para penyair berbeda dengan para rasul. Sebagian besar penyair adalah orang yang suka memutar-balikkan kebenaran, tidak mempunyai pendirian. Perbuatan mereka tidak sesuai dengan kenyataan.

Adapun para rasul tidaklah bersifat demikian, sehingga tidaklah pantas apabila Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam disamakan dengan para penyair. Sungguh Alquran adalah wahyu Allah Subhanahu wa ta'ala, bukan hasil cipta karya seorang manusia.

Berikut bacaan lengkap Surat Asy-Syu'ara Ayat 1–227, seperti terdapat dalam Alquran Digital Okezone:

Info grafis amalan di bulan Muharram. (Foto: Okezone)

طٰسٓمّٓ‏

1. Taa-Seeen-Meeem

Tha Sin Mim

تِلۡكَ اٰيٰتُ الۡكِتٰبِ الۡمُبِيۡنِ‏

2. Tilka Aayaatul Kitaabil Mubeen

Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّـفۡسَكَ اَلَّا يَكُوۡنُوۡا مُؤۡمِنِيۡنَ‏

3. La'allaka baakhi'un nafsaka allaa yakoonoo mu'mineen

Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman.

اِنۡ نَّشَاۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِمۡ مِّنَ السَّمَآءِ اٰيَةً فَظَلَّتۡ اَعۡنَاقُهُمۡ لَهَا خٰضِعِيۡنَ‏

4. In nashaa nunazzil 'alaihim minas samaaa'i Aayatan fazallat a'naaquhum lahaa khaadi'een

Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.

وَمَا يَاۡتِيۡهِمۡ مِّنۡ ذِكۡرٍ مِّنَ الرَّحۡمٰنِ مُحۡدَثٍ اِلَّا كَانُوۡا عَنۡهُ مُعۡرِضِيۡنَ‏

5. Wa maa yaateehim min zikrim minar Rahmaani muhdasin illaa kaanoo 'anhu mu'rideen

Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur'an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya. 

فَقَدۡ كَذَّبُوۡا فَسَيَاۡتِيۡهِمۡ اَنۡۢـبٰٓــؤُا مَا كَانُوۡا بِهٖ يَسۡتَهۡزِءُوۡنَ‏

6. Faqad kazzaboo fasa yaateehim ambaaa'u maa kaanoo bihee yastahzi'oon

Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur'an), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.

اَوَلَمۡ يَرَوۡا اِلَى الۡاَرۡضِ كَمۡ اَنۡۢبَتۡنَا فِيۡهَا مِنۡ كُلِّ زَوۡجٍ كَرِيۡمٍ‏

7. Awa lam yaraw ilal ardi kam ambatnaa feehaa min kulli zawjin kareem

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam (tumbuh-tumbuhan) yang baik?

اِنَّ فِىۡ ذٰ لِكَ لَاٰيَةً  ؕ وَّمَا كَانَ اَكۡثَرُهُمۡ مُّؤۡمِنِيۡنَ‏

8. Inn fee zaalika la Aayah; wa maa kaana aksaruhum mu'mineen

Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الرَّحِيۡمُ‏

9. Wa inna Rabbaka la Huwal 'Azeezur Raheem

Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

وَاِذۡ نَادٰى رَبُّكَ مُوۡسٰۤى اَنِ ائۡتِ الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِيۡنَۙ‏

10. Wa iz naadaa Rabbuka Moosaaa ani'-til qawmaz zaalimeen

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zhalim itu,

قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَؕ اَلَا يَتَّقُوۡنَ‏

11. Qawma Fir'awn; alaa yattaqoon

(yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”

قَالَ رَبِّ اِنِّىۡۤ اَخَافُ اَنۡ يُّكَذِّبُوۡنِؕ‏

12. Qaala Rabbi inneee akhaafu ai yukazziboon

Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,

وَيَضِيۡقُ صَدۡرِىۡ وَلَا يَنۡطَلِقُ لِسَانِىۡ فَاَرۡسِلۡ اِلٰى هٰرُوۡنَ‏

13. Wa yadeequ sadree wa laa yantaliqu lisaanee fa arsil ilaa Haaroon

sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku).

وَلَهُمۡ عَلَىَّ ذَنۡۢبٌ فَاَخَافُ اَنۡ يَّقۡتُلُوۡنِۚ‏

14. Wa lahum 'alaiya zambun fa akhaafu ai yaqtuloon

Sebab aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.”

قَالَ كَلَّا ۚ فَاذۡهَبَا بِاٰيٰتِنَآ اِنَّا مَعَكُمۡ مُّسۡتَمِعُوۡنَ‏

15. Qaala kallaa fazhabaa bi Aayaatinaaa innaa ma'akum mustami'oon

(Allah) berfirman, “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan), 

فَاۡتِيَا فِرۡعَوۡنَ فَقُوۡلَاۤ اِنَّا رَسُوۡلُ رَبِّ الۡعٰلَمِيۡنَۙ‏

16. Faatiyaa Fir'awna faqoolaaa innaa Rasoolu Rabbil 'aalameen

maka datanglah kamu berdua kepada Fir‘aun dan katakan, “Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,

اَنۡ اَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ ؕ‏

17. An arsil ma'anaa Baneee Israaa'eel

lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami.”

قَالَ اَلَمۡ نُرَبِّكَ فِيۡنَا وَلِيۡدًا وَّلَبِثۡتَ فِيۡنَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِيۡنَۙ‏

18. Qaala alam nurabbika feenaa waleedanw wa labista feenaa min 'umurika sineen

Dia (Fir‘aun) menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.

وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ الَّتِىۡ فَعَلۡتَ وَاَنۡتَ مِنَ الۡكٰفِرِيۡنَ‏

19. Wa fa'alta fa'latakal latee fa'alta wa anta minal kaafireen

Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.”

قَالَ فَعَلۡتُهَاۤ اِذًا وَّاَنَا مِنَ الضَّآلِّيۡنَؕ‏

20. Qaala fa'altuhaaa izanw wa ana minad daaaleen

Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.

Ayat-ayat selanjutnya bisa lengkap dibaca dengan mengeklik tautan berikut ini: Surat Asy-Syu'ara. Wallahu a'lam

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement