Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap! Ini Orang yang Terakhir Masuk Surga

Hantoro , Jurnalis-Senin, 01 Januari 2024 |13:01 WIB
Terungkap! Ini Orang yang Terakhir Masuk Surga
Ilustrasi orang yang terakhir masuk surga. (Foto: Freepik)
A
A
A

TERUNGKAP orang yang terakhir masuk surga milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Diketahui bahwa setiap Muslim pasti ingin menjadi penghuni surga. Banyak kenikmatan di surga yang Allah Ta'ala janjikan bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Terdapat beberapa hadits shahih tentang adanya orang yang terakhir masuk surga. Namun dalam hadits itu sama sekali tidak disebutkan nama orangnya.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam buku "Surga yang Allah Janjikan" menyebutkan beberapa hadits tentang orang yang terakhir masuk surga, di antaranya:

Dalam shahih Muslim dan Bukhari disebutkan adanya hadits Mansur dari Ibrahim, dari Ubaidah, dari Abdullah ibn Mas'ud yang mengatakan Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Aku tahu penghuni neraka yang akhirnya keluar dari neraka, dan penghuni surga yang terakhir memasuki surga. Dia adalah orang yang keluar dari neraka secara melata. Allah berfirman kepadanya, 'Pergilah! Masuklah ke surga!'

Dia pun mendatangi surga dan melihatnya telah penuh, maka dia Kembali sambil mengadu, 'Ya Allah! Surga telah penuh.' Allah berfirman, 'Pergilah! Masuklah ke dalam surga! Engkau akan memiliki hal yang serupa di dunia, seperti keluarga. Namun yang disurga sepuluh kali lipat lebih baik.'

Orang tadi bilang, 'Apakah kamu mengolok-olokku dan menertawakan aku lantaran kamu Sang Raja di Raja?' Aku melihat Rasulullah tertawa hingga gusinya terlihat. Rasulullah bersabda, 'Perkataan itu muncul dari penghuni surga tingkatan rendah'." (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

Dalam redaksi lain, ada hadits dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Sungguh aku tahu orang paling akhir masuk surga dan penduduk neraka yang paling terakhir keluar neraka. Dia adalah orang yang didatangkan pada hari kiamat, kemudian malaikat diperintahkan, 'Tunjukkan dosa-dosa kecil kepadanya, dan sembunyikan dosa-dosa besarnya.'

Kemudian ditampakkan dosa-dosa kecilnya, dan dia ditanya, 'Kamu pernah melakukan dosa ini ada hari ini? Kamu juga pernah melakukan dosa itu di waktu yang lain?'

'Benar,' jawabnya. Dia tidak mampu untuk mengelaknya. Sementara dia merasa sangat takut dengan dosa besarnya jika ditampakkan.

Kemudian Allah memutuskan, 'Setiap dosa itu akan digantikan dengan pahala.'

Kemudian orang ini mengatakan, 'Ya Rab, aku memiliki dosa besar lainnya yang belum aku lihat …'

Setelah menyampaikan ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tersenyum." (HR Muslim) 

Terkait dengan orang yang terakhir masuk surga, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam juga menyampaikan salah satu kriteria orang tersebut dalam sebuah hadits dari Ath-Thabrani yang mengatakan diberi tahu Abdulullah ibn Sa’ad ibn Yahya Ar-ruqi, yang diberi tahu Abu Farurah Yazid ibn Muhammad ibn Sinan ar-Rahawi, yang diberi tahu ayahnya, dari ayahnya yang diberi tahu Abu Yahya al-Kala'i, dari Abu Umamah yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya orang yang terakhir memasuki surga adalah orang yang jatuh saat melewati sirathal mustaqim, sebagaimana anak kecil yang dipukul ayahnya dan dia berlari. Amal perbuatannya lemah untuk mengusahakannya terbebas dari neraka sekaligus. Setelah itu, orang itu mengatakan, 'Ya Allah sampaikanlah aku ke surga dan bebaskanlah aku dari neraka.'

Allah berfirman, 'Wahai hamba-Ku! Aku selamatkan kamu dari neraka dan memasukkan kamu ke surga. Apakah engkau mengakui dosa dan kesalahanmu?'

Hamba tadi menjawab, 'Ya Allah! Demi keagungan-Mu! Jika engkau membebaskanku dari neraka, maka aku akan mengakui semua kesalahan dan dosaku. Jika aku mengakui dosa-dosa dan kekeliruanku, saya khawatir kembali masuk neraka.'

Kemudian Allah berfirman, 'Akuilah dosa-dosa dan kekeliruanmu, niscaya aku akan mengampunimu dan memasukkanmu ke dalam surga.'

Hamba itu berkata lagi, 'Demi keagungan-Mu! Saya tak pernah berdosa, dan tidak pernah melakukan kesalahan.'

Allah pun membalas, 'Hamba-Ku! Aku punya bukti tentangmu.' Orang itu kemudian menengok ke kanan dan kiri, namun tidak melihat siapa pun.

Hamba itu berkata, 'Ya Allah! Datangkanlah saksi Anda! Allah menyuruh kulit orang tadi berbicara.' Hamba tadi mengatakan, 'Demi Allah! Sesungguhnya saya punya banyak dosa besar. Aku mengetahui hal tersebut darimu yang mengakuinya, aku pun mengampunimu. Masuklah ke surga!'

Setelah kejadian itu, hamba tersebut akhirnya mengakui dosa-dosanya, lalu dimasukkan ke dalam surga. Kemudian Rasulullah tertawa hingga terlihat gusinya sembari berkata, 'Itu kondisi penghuni surga tingkatan terbawah. Bagaimana dengan kondisi penghuni surga tingkatan yang lebih tinggi'."

Sebagai seorang Muslim, wajib mengimani hadits tersebut, sebagai bagian dari konsekuensi dua kalimat syahadat yang mengakui Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Sebab berita yang Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sampaikan, pasti dari wahyu. Sementara umat Islam tidak boleh berbicara yang ghaib tanpa dalil shahih.

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement