INILAH 4 wanita mulia yang dijamin masuk surga. Adapun Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyebutkan dalam ayat suci Alquran terkait wanita perindu surga.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
"Sebab itu maka wanita yang salihah, ialah yang taat kepada Allah, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Hal itu karena Allah telah memelihara (mereka)." (QS An-Nisa' (4): 34)
Potongan ayat tersebut mengumpulkan karakter sejati para wanita yang mulia dan dijamin masuk surga milik Allah Azza wa Jalla.
Nah, siapa saja 4 wanita mulia yang dijamin masuk surga? Berikut ini penjelasannya, sebagaimana telah Okezone himpun:

1. Khadijah binti Khuwailid
Khadijah Radhiyallahu anha dikenal sebagai istri yang salihah dan dermawan membantu meluangkan hartanya untuk kepentingan dakwah Islam suaminya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.
Khadijah sangatlah peka dan mengerti akan kondisi suaminya. Baik ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dalam kondisi sedih, susah, ataupun bahagia.
Selain itu, Khadijah tidak pernah berkata kasar, tidak sopan, tidak ber-tabbaruj, sombong, pandai bersyukur kepada suami, dan sifat terpuji lainnya.
Begitu mulianya Khadijah menjadi istri yang salihah, santun dalam berbicara, hingga mengerti kondisi suami; mengingatkan bahwa sebagai wanita ataupun sebagai istri pentingnya menghormati dan menyenangkan suami, serta memberikan ketenangan jiwa kepada suami.
2. Fatimah binti Muhammad
Fatimah Radhiyallahu anha dikenal sebagai wanita yang dijamin masuk surga karena keteladanannya berbakti, patuh kepada orangtua dan suaminya.
Hal yang paling menonjol dari kepribadiannya adalah memuliakan sang ayah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Beliau membersihkan kotoran unta yang dilemparkan kaum Quraisy saat Nabi sedang sujud di depan Kakbah.
Banyak sekali riwayat tentang bakti Fatimah kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dan bagaimana Nabi mencintai putrinya Fatimah. Dalam Alquran Surat Al Isra Ayat 23–24, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan betapa pentingnya berbakti kepada orangtua.
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS Al Isra: 23–24)
Jikalau seorang wanita belum menikah tentu yang diutamakan adalah berbakti kepada kedua orangtua. Namun apabila sudah menikah tentu yang didahulukan adalah suami, selagi apa yang diperintahkan tidak bertentangan dengan agama Islam.