3. Maryam binti Imran
Maryam dijadikan dan diyakini sebagai wanita pertama ahli surga di dalam syariat Islam. Ciri-cirinya disebutkan dalam Alquran Surat Maryam dan Surat Ali Imran.
Dalam Surat Maryam Ayat 11 sampai 20, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan proses Maryam hamil dengan cara Malaikat Jibril meniupkan ruh ke rahimnya hingga melahirkan Nabi Isa Alaihissallam.
Ia disebutkan memiliki sifat as-sanad atau sangat menjaga kesuciannya, menjaga kemaluannya. Maryam mendapat mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala berupa mengandung Nabi Isa Alaihissallam tanpa campur tangan atau interaksi dengan laki-laki yang bukan mahramnya.
Maryam juga taat beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ia fokus setiap harinya beribadah kepada Allah Ta'ala.
Saking mulia dan taatnya beliau, Allah Azza wa Jalla menurunkan di dalam rumahnya makanan dari surga.
Dijelaskan dalam Alquran bahwasanya sang paman Nabi Zakaria Alaihissallam saat masuk ke rumah Maryam menanyakan asal makanan dan buah-buahan yang ketika itu tidak ada di Palestina. Ia belum mengenal buah-buahan tersebut.
Pamannya bertanya, "Dari manakah kau dapatkan makanan ini Maryam?" Maryam pun menjawab, "Dari sisi Allah. Allah yang memberikan rezeki ini kepada siapa pun yang diinginkan tanpa hisab."
Begitulah kata ulama, karena Maryam betul-betul menjaga hubungannya dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, termasuk sangat menjaga kesuciannya, menundukkan pandangannya, hingga tidak mendayu-dayu tatkala berbicara dengan pria yang bukan mahramnya.
Berkat sifat mulia inilah Allah Subhanahu wa Ta'ala memilih rahimnya untuk mengandung Nabi Isa Alaihissallam. Allah Ta'ala pun menjaga kesuciannya sampai Maryam wafat.
4. Asiyah
Asiyah adal istri dari Firaun. Ia merupakan wanita yang menemukan dan merawat Nabi Musa Alaihissallam yang kala itu dihanyutkan oleh ibunya, karena Firaun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir ketika itu.
Asiyah dikenal sebagai istri yang sangat berpegang teguh pada keimanannya. Ia rela meninggalkan istananya untuk beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Berimannya Asiyah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dijelaskan dalam Alquran Surat At-Tahrim Ayat 11:
"Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Firaun, ketika dia berkata, 'Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim'."
Ketika tahu istrinya telah memeluk Islam, Firaun pun memerintahkan agar dibunuh dengan diberikan siksaan yang kejam. Di tengah penyiksaan tersebut, Firaun membujuk agar istrinya meninggalkan Islam. Tetapi, Asiyah tetap teguh hatinya untuk menjadi Muslimah.
Berkat keimanan, keteguhan, dan ketakutan pada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Asiyah pun menjadi wanita mulia yang dijamin masuk Surga.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)