Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Niat Sholat Tarawih dan Witir 11 Rakaat Lengkap Doanya

Hantoro , Jurnalis-Kamis, 14 Maret 2024 |11:14 WIB
Niat Sholat Tarawih dan Witir 11 Rakaat Lengkap Doanya
Ilustrasi niat sholat tarawih dan witir. (Foto: Freepik)
A
A
A

NIAT sholat tarawih dan witir 11 rakaat lengkap doanya dibahas dalam artikel berikut ini. Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan setiap malam bulan puasa Ramadhan. Terdapat pahala luar biasa besar di balik sholat tarawih ini.

Sebagian umat Islam Indonesia melaksanakan sholat tarawih sebanyak 11 rakaat, termasuk 3 rakaat sholat witir. Adapun formasinya adalah 4-4-3 (witir). Terdapat juga yang 11 rakaat dengan formasi 2-2-2-2-2-1 (witir). 

Dalam riwayat dari Abu Salamah bin Abdirrahman, ia bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu anha, "Bagaimanakah sholat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam di bulan Ramadhan?"

"Aisyah Radhiyallahu anha menjawab, 'Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak pernah menambah di dalam Ramadhan dan di luar Ramadhan lebih dari 11 rakaat. Beliau sholat 4 rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau sholat 4 rakaat, jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya. Kemudian beliau sholat 3 rakaat."

Berikut ini niat sholat tarawih dan witir 11 rakaat lengkap doanya, sebagaimana telah Okezone himpun: 

Niat Sholat Tarawih

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َارْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli sunnatat tarawiihi arba'ata rakaatin mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'ala.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah tarawih 4 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Witir

اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah witir 3 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala." 

Hukum Niat Sholat 

Pada dasarnya niat cukup diungkapkan dalam hati, tidak perlu dilafadzkan. Pasalnya niat adalah al-qashdu yang artinya keinginan mengerjakan sesuatu. Ditambah lagi hingga kini belum ditemui adanya dalil shahih mengenai membaca niat.

Letak niat adalah di dalam hati, tidak cukup dalam lisan, tidak disyaratkan melafadzkan niat. Berarti, niat dalam hati saja sudah teranggap sahnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan." (HR Bukhari nomor 1 dan Muslim: 1907) 

Ulama Syafi'iyah yaitu Asy-Syarbini rahimahullah mengatakan:

وَمَحَلُّهَا الْقَلْبُ ، وَلَا تَكْفِي بِاللِّسَانِ قَطْعًا ، وَلَا يُشْتَرَطُ التَّلَفُّظُ بِهَا قَطْعًا كَمَا قَالَهُ فِي الرَّوْضَةِ

Artinya: "Niat letaknya dalam hati dan tidak perlu sama sekali dilafazhkan. Niat sama sekali tidak disyaratkan untuk dilafazhkan sebagaimana ditegaskan oleh An-Nawawi dalam Ar-Roudhoh." (Mughnil Muhtaj, 1/620)

Pendapat ulama Syafi'iyah makin kuat dengan perkataan Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan:

وَالنِّيَّةُ مَحَلُّهَا الْقَلْبُ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ ؛ فَإِنْ نَوَى بِقَلْبِهِ وَلَمْ يَتَكَلَّمْ بِلِسَانِهِ أَجْزَأَتْهُ النِّيَّةُ بِاتِّفَاقِهِمْ

Artinya: "Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazhkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama." (Majmu’ Al Fatawa, 18/262)

Doa Setelah Sholat Witir

Ada dua doa yang bisa diamalkan setelah sholat witir, yakni:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Arab latin: Subhaanal malikil qudduus. (Dibaca 3 kali)

Artinya: "Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan." (HR An-Nasai dan Ahmad, shahih)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika bi ridhaoka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik. (Dibaca 1 kali)

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri." (HR Kitab Sunan yang Empat, shahih)

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement