Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mirip Indonesia, Rakyat Uzbekistan 80 Persen Muslim Sunni

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 30 April 2024 |10:30 WIB
Mirip Indonesia, Rakyat Uzbekistan 80 Persen Muslim Sunni
Ilustrasi rakyat Uzbekistan mayoritas Muslim Sunni mirip dengan Indonesia. (Foto: Istimewa/Mvslim)
A
A
A

Perjuangan Muslim Uzbekistan 

Di era Pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin, ulama Muslim disebutkan pernah mengalami penganiayaan, begitu pula tokoh Kristen di seluruh Uni Soviet, karena menentang rezim Soviet.

Selama Perang Dunia II, Pemerintah Uni Soviet menjalin hubungan baik dengan para ulama, kemudian membentuk Dewan Muslim Asia Tengah dan Kazakhstan.

Dewan Muslim adalah inti dari Islam "resmi" selama periode Uni Soviet pasca-perang. Dengan Mufti sebagai pemimpinnya, lembaga ini bertugas mengatur pendaftaran masjid, menunjuk imam untuk memimpin jamaah lokal, dan bahkan memverifikasi isi khotbah.

Dengan kemerdekaan pada tahun 1991, datanglah kesempatan bagi umat Islam di Uzbekistan untuk beribadah secara bebas dan terbuka sesuai keyakinannya.

Masjid dibangun dengan sumbangan masyarakat dan bantuan asing, sekolah agama dibuka, serta generasi muda mulai belajar lebih banyak tentang Islam. Ini dinilai sebagai kebangkitan kembali umat Islam di sana.

Kebangkitan kembali umat Islam di Uzbekistan ternyata hadir dalam berbagai kelompok. Banyak Muslim yang terus mengikuti jalur sekuler.

Sementara yang lainnya mulai secara terbuka menjalankan hari raya, ibadah, dan Sholat Jumat. Kelompok ini tidak banyak mengubah gaya hidup atau posisi mereka dalam struktur sosial.

Beberapa dari mereka, khususnya generasi muda Muslim, memilih bentuk praktik keagamaan yang lebih ketat. Mereka menjalani pendidikan agama dan menerapkan pakaian keagamaan serta kewajiban lain yang ditentukan oleh syariat Islam. sedangkan yang lain melihat Islam sebagai dasar sistem politik alternatif.

Setelah kemerdekaan, Presiden Islam Karimov, mantan sekretaris pertama Partai Komunis Uzbekistan, menyebut Islam dalam pidato politiknya, dan bahkan memegang Alquran di satu tangan serta konstitusi negara di tangan lainnya pada hari pelantikan sebagai presiden pertama Uzbekistan.

Garis kendali antara pemerintah dan pejabat Islam selama era Soviet tidak banyak berubah di Uzbekistan pasca-Soviet. Pada tahun 1992, Dewan Muslim Asia Tengah dan Kazakhstan didesentralisasi dengan pembentukan dewan pengawas Muslim di setiap negara bagian Asia Tengah.

Dewan Muslim Uzbekistan menjalankan fungsi yang sama dengan dewan di era Soviet. Meski demikian, sebagian Muslim di Uzbekistan mendirikan masjid sendiri di luar lingkup pemerintah, memilih imam sendiri, dan menerapkan praktik Islam sesuai keinginan jamaah.

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement