TERUNGKAP 7 penghalang penyebab tidak terkabulnya doa. Setiap Muslim membutuhkan doa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena hanya Allah Ta'ala yang memiliki kekuasaan mengabulkannya.
Tapi tahukah, ternyata ada penyebab-penyebab doa belum terkabulkan. Sejumlah hal itu wajib dihindari kaum Muslimin.
Berikut ini beberapa penghalang terkabulnya doa, sebagaimana telah Okezone himpun:
1. Memakan harta haram
Dikutip dari Muslim.or.id, Ustadz Muhammad Saifuddin Hakim PhD mengungkapkan penghalang terbesar terkabulnya doa adalah memakan harta atau barang haram.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟
Artinya: "Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wassallam menceritakan tentang seorang lelaki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya menjadi kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat kedua tangannya ke langit dan berdoa, 'Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.' Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya." (HR Muslim nomor 1015)

2. Hati yang masih lalai
Hati yang masih lalai dan berpaling ketika berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala juga bisa jadi penyebab belum terkabulnya doa. Berdoa kepada Allah Ta'ala harus dengan sepenuh hati menghadirkan hatinya untuk benar-benar dikabulkan oleh Allah Ta'ala.
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
Artinya: "Berdoalah kepada Allah dengan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai dan berpaling." (HR Tirmidzi nomor 3488 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 1/493)
3. Makanan, minuman, atau pakaian haram
Dikutip dari Rumaysho.com, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal M.Sc menjelaskan bahwa makanan, minuman, atau pakaian yang haram akan membuat tidak terkabulkannya doa seorang Muslim. Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam:
الحَدِيْثُ العَاشِرُ
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ المُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ المُرْسَلِيْنَ فَقَالَ {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوْا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا} وَقَالَ تَعَالَى {يَا أَيُّهَا الذِّيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ ومشربه حرام وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Sesungguhnya Allah Ta'ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta'ala berfirman, 'Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.' (QS Al Mu'minun: 51). Dan Allah Ta'ala berfirman, 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.' (QS Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, 'Wahai Rabbku, wahai Rabbku.' Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul." (HR Muslim nomor 1015)
4. Tergesa-gesa berdoa
Salah satu sebab doa tidak terkabul adalah karena terlalu tergesa-gesa. Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
Artinya: "Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, niscaya Allah akan murka kepadanya." (HR Ibnu Majah nomor 3827; Tirmidzi: 3370; Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad: 658; Ahmad, 2:442, 477; Al-Hakim, 1:491; Al-Baihaqi dalam Ad-Da'awaat Al-Kabiroh: 22)
5. Melakukan maksiat
Banyak kewajiban terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diabaikan atau melakukan maksiat juga menjadi penyebab doa tidak terkabul. Di antara kewajiban tersebut adalah amar ma'ruf dan nahi munkar.
Hal itu ditandaskan oleh riwayat Hudzaifah. Disampaikannya bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ
Artinya: "Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, perintahlah yang makruf oleh kalian dan cegahlah yang munkar, atau Allah nyaris menurunkan siksaan kepada kalian karenanya (tidak amar makruf dan tidak nahyi munkar), sehingga kalian berdoa tidak dikabulkan." (HR At-Tirmidzi)
6. Doanya mengandung dosa
Doa yang dipanjatkan mengandung dosa bisa jadi penyebab tidak dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hal ini diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam melalui hadits Abu Sa'id:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا إثمٌ، وَلَا قَطِيْعَةُ رَحِمٍ إِلَّا اسْتَجَابَ لَهُ فَهُوَ مِنْ دَعْوَتِهِ عَلَى إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ يُعَجَّلَ لَهُ فِي الدُّنْيَا ، وَإِمَّا أَنْ تُدَّخَرَ (يُؤَخَّرَ) فِي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يُدْفَعَ عَنْهُ مِنَ الْبَلَاءِ مِثْلُهَا
Artinya: "Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim kecuali Dia akan mengabulkannya. Namun, posisi dia terhadap doanya tak terlepas dari tiga keadaan, baik doanya disegerakan pengabulannya di dunia, disimpan atau diakhirkan di akhirat, atau dipakai untuk menolak petaka yang akan menimpanya." (HR Ath-Thabrani)
7. Putus asa berdoa
Dilansir laman Konsultasi Syariah, Ustadz Ammi Nur Baits ST BA mengungkapkan bahwa putus asa dalam berdoa bisa jadi penyebab doa-doa belum terkabul.
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى
Artinya: "Doa kalian akan dikabulkan selama tidak tergesa-gesa. Dia mengatakan, 'Saya telah lama berdoa, tetapi tidak kunjung dikabulkan'." (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Imam Muslim, beliau bersabda:
لا يَزَالُ يُسْتَجابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بإثم أو قَطِيعَةِ رَحِمٍ ما لم يستعجلْ ، قيل : يا رَسول الله ، ما الاستعجال ؟ قال : يقول : قد دعوتُ ، وقد دَعَوتُ فلم أرَ يستجيب لي ، فَيَسْتَحْسِرُ عند ذلك ، ويَدَعُ الدعاءَ
Artinya: "Tidak hentinya doa seorang hamba akan dikabulkan, selama bukan doa yang mengandung maksiat atau memutus silaturahim, dan doa yang tidak tergesa-gesa." Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa yang dimaksung tergesa-gesa dalam berdoa?’ Beliau menjawab, ‘Orang itu mengatakan, ‘Saya telah berdoa …, saya telah berdoa…, namun saya merasa belum pernah dikabulkan.’ Kemudian, dia putus asa dan meninggalkan doanya." (HR Muslim)
Itulah ulasan mengenai beberapa penghalang penyebab tidak terkabulnya doa. Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)