Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Teks Khutbah Jumat Idul Adha 2025, Raih Hikmah Kurban

Sagita Rahma Hayati , Jurnalis-Jum'at, 06 Juni 2025 |09:38 WIB
Teks Khutbah Jumat Idul Adha 2025, Raih Hikmah Kurban
Teks Khutbah Jumat Idul Adha 2025, Raih Hikmah Kurban (Ilustrasi/Unsplash)
A
A
A

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Setelah kita semua menunaikan ibadah shalat sunnah hari raya Idul Adha pagi hari tadi, marilah kita lanjutkan momen ini dengan merenungi dan meraih hikmah-hikmah agung yang terkandung di dalamnya. Sebab, Idul Adha tidak hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi panggilan spiritual untuk memperdalam makna pasrah, ikhlas, dan pengorbanan dalam hidup kita. 

Di antara hikmah terbesar dari Idul Adha adalah pelajaran tentang keikhlasan dalam beribadah dan kemurnian niat dalam setiap pengorbanan yang kita lakukan. Allah tidak hanya memandang bentuk lahiriah dari sebuah amal ibadah, tetapi juga menilai kedalaman hati dan ketulusan jiwa kita semua dalam melakukannya. Dalam Alquran, Allah berfirman:

 لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ 

Artinya: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu.” (QS Al-Hajj, [22]: 37). 

Merujuk penjelasan Syekh Muhammad Mutawalli asy-Syarawi dalam kitab Tafsir wa Khawathirul Umam, jilid I, halaman 603, menjelaskan bahwa kenapa hewan kurban yang tidak dilandasi dengan takwa tidak akan sampai kepada Allah? Karena tujuan utama dari syariat ini adalah untuk menanamkan keikhlasan dan kepedulian. 

Karenanya, hikmah dari disyariatkannya kurban ini adalah untuk rela melepas sebagian harta dan menyerahkan yang terbaik dari milik kita sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan kasih sayang kepada sesama. Dengan berbagi daging kurban kepada tetangga, kerabat, dan kaum dhuafa, maka akan terjalin hubungan sosial yang erat dan menciptakan suasana kebersamaan yang indah.

 وَحِيْنَ يُعْطِي الْغَنِيُّ مِمَّا أَفَاضَ اللهُ عَلَيْهِ لِلْفَقِيْرِ يُؤَلِّفُ قَلْبَهُ، وَيَجْتَثّ مِنْهُ الغِلَّ وَالْحَسَدَ، وَيَدْعُو لَهُ بِدَوَامِ النِّعْمَةِ 

Artinya: “Dan ketika orang kaya memberikan sebagian dari apa yang Allah limpahkan kepadanya kepada orang miskin, maka ia menyatukan hati orang itu, mencabut rasa dengki dan iri dari dalam dirinya, serta membuatnya mendoakan agar nikmat itu tetap langgeng baginya.” 

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement