Pada salah satu sesi ‘Science Talkshow Madrasah’ di acara AICIS 2025, panitia memberikan panggung kepada dua siswa MAN Insan Cendikia Pekalongan, Ahmad Ali Rayyan Shahab dan Raddinia Kejora Bagaskoro sebagai pembicara.
Dalam presentasinya bertajuk “Eco-Theology in Action: Building a Sustainable Future,” Rayyan mengajak publik untuk melihat bahwa teologi bukan sekadar ajaran ritual, tetapi juga pedoman moral dalam menjaga bumi. Ia mengutip ayat-ayat suci dari Al-Qur’an, Alkitab, dan prinsip Ahimsa dalam Buddhisme untuk menunjukkan kesatuan nilai lintas agama dalam menumbuhkan etika ekologis.
Rayyan juga menampilkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang dilakukan di MAN IC Pekalongan. Beberapa di antaranya adalah pengelolaan biogas dari limbah ikan dan sayuran. Kegiatan lainnya dari siswa MAN IC Pekalongan adalah pemanfaatan gulma eceng gondok sebagai adsorben logam berat limbah batik.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenag dan Madrasah dalam mendorong dan memfasilitasi siswa untuk peduli dan menghayati lingkungan sebagai bagian dari iman,” ujar Rayyan, yang merupakan peserta pertukaran pelajar (AFS) di Finlandia dan penggagas gerakan pelajar “Atma Bawana.” Di samping aksi nyata, Rayyan bersama teman-temannya ikut mengampanyekan lingkungan melalui sejumlah tulisan di berbagai media.