Rayyan menegaskan pentingnya peran Kementerian Agama melalui program Green Waqf dan pendidikan lingkungan berbasis nilai-nilai spiritual.
“Madrasah bukan hanya tempat mencetak insan berilmu, tetapi juga insan yang mencintai alam sebagai wujud iman,” ujarnya.
Sementara Raddinia Kejora Bagaskoro mengatakan, sebagai siswa Madrasah harus terus memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan. Pengalamannya sebagai peserta program Intensive Educational Short Course di China beberapa waktu lalu menjadikan dirinya terinspirasi untuk berkarya bagi masyarakat. Ini seperti yang ia saksikan, bagaimana pelajar di belahan dunia ‘berlomba’ untuk lingkungan.
“Itu pula yang kami lakukan dengan memanfaatkan teknologi AI untuk Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujar pemenang lomba dalam ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.
(Rahman Asmardika)