JAKARTA — Pada 27 Rajab 1447 H, yang bertepatan dengan 16 Januari 2026, umat Islam memperingati peristiwa Isra Mi'raj. Pada malam Isra Mi'raj Rasulullah SAW mengalami perjalanan agung dari Mekkah menuju Baitul Maqdis dan naik ke langit, hingga akhirnya menerima perintah sholat lima waktu.
Untuk menghormati momen bersejarah tersebut, umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat sunnah dengan niat khusus. Berikut panduan lengkap jadwal, niat, dan tata cara sholat sunnah 27 Rajab yang dapat diamalkan.
Sholat sunnah 27 Rajab dilaksanakan pada malam 27 Rajab setelah sholat Maghrib atau Isya. Berdasarkan jadwal sholat Jakarta tahun 2026, pada Jumat 16 Januari, waktu Maghrib pukul 18:19 WIB dan waktu Isya pukul 19:32 WIB. Sholat ini dapat dikerjakan kapan saja di antara kedua waktu tersebut atau setelah sholat Isya.
Amalan ini terdapat dalam kitab Ihya 'Ulumuddin karya Imam al-Ghazali, yang menjadi referensi utama dalam tradisi Islam. Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa malam 27 Rajab termasuk malam-malam istimewa yang perlu dihidupkan dengan ibadah khusus.
Niat dapat dibaca dalam hati dengan dua pilihan lafaz berikut:
أُصَلِّي سُنَّةَ لَيْلَةِ الْمِعْرَاجِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnata lailatil miraji rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taalaa
Arti: Aku berniat sholat sunnah malam Miraj dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala.
اُصَلِّي سُنَّةً رَجَبِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunatan rajaban rak'ataini lillahi ta'ala
Arti: Aku niat sholat sunnah Rajab dua rakaat karena Allah ta'ala.
Menurut Imam al-Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin, sholat sunnah 27 Rajab dapat dikerjakan dengan dua metode:
Sholat 2 rakaat dikerjakan sebagaimana sholat sunnah pada umumnya dengan langkah-langkah: membaca niat, takbiratul ihram, surat Al-Fatihah, kemudian surat Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah, rukuk dan sujud sebagaimana sholat biasa, pada rakaat kedua ulangi bacaan Al-Fatihah dan Al-Ikhlas, dan pada tasyahud akhir baca tahiyat lalu salam.
Dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan 6 kali salam, berarti setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Setiap rakaat membaca Surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas, kemudian setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam dan ulangi hingga mencapai 12 rakaat.
Setelah menyelesaikan sholat, bacalah zikir berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallahi walhamdulillahi wa laa ilaaha illallahu wallahu akbar
Arti: Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullahal 'adzim
Arti: Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammad
Arti: Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad.
Setelah membaca zikir tersebut, silahkan berdoa memohon kepada Allah untuk segala kebutuhan dunia dan akhirat.
Untuk memaksimalkan amal di malam ini, dianjurkan untuk berpuasa pada hari 27 Rajab. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, siapa yang berpuasa pada hari 27 Rajab akan mendapatkan pahala sama dengan puasa 60 bulan. Meskipun sanad hadits ini dinilai lemah oleh para ulama, hadits dhaif boleh diamalkan dalam masalah fadhail (keutamaan) selama tidak palsu.
Dengan melaksanakan sholat sunnah dan berpuasa pada 27 Rajab, semoga umat Islam dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sambil mengambil hikmah dari peristiwa Isra Miraj yang mengajarkan pentingnya sholat lima waktu sebagai tiang agama.
(Rahman Asmardika)