Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Langgar Aturan di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Terancam Dilarang Masuk Saudi

Nur Wijaya Kesuma , Jurnalis-Kamis, 30 April 2026 |14:25 WIB
Langgar Aturan di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Terancam Dilarang Masuk Saudi
Masjid Nabawi (foto: dok ist)
A
A
A

MADINAH – Jemaah haji Indonesia diinstruksikan untuk mematuhi regulasi ketat yang diterapkan otoritas Arab Saudi di lingkungan Masjid Nabawi, Madinah. Pelanggaran terhadap aturan tata tertib kawasan suci ini akan langsung ditindak tegas oleh aparat keamanan setempat tanpa pengecualian.

Kepala Seksi Khusus (Seksus) Nabawi PPIH Arab Saudi 2026 Daker Madinah, Thoriq, menegaskan bahwa dalih ketidaktahuan bukan jaminan bagi jemaah untuk kebal hukum. Skema pengawasan aparat kini semakin mutakhir dengan perpaduan teknologi CCTV dan petugas berpakaian preman yang menyusup di tengah kerumunan.

"Jika ingin melakukan live streaming, sebaiknya dilakukan di luar pagar Masjid Nabawi agar tidak bersinggungan dengan aturan keamanan," saran Thoriq di Madinah, Kamis (30/4/2026).

Peringatan ini menyusul daftar panjang larangan di area masjid, mulai dari siaran langsung media sosial hingga pendokumentasian evakuasi jenazah. Jemaah juga dilarang keras memicu kegaduhan, meneriakkan yel-yel, maupun membawa atribut dan bendera identitas kelompok apa pun.

 

Tindakan tegas dari kepolisian Saudi akan disesuaikan dengan bobot pelanggaran yang dilakukan oleh oknum jemaah. Pelanggar ringan wajib menandatangani surat komitmen pembinaan, sementara pelaku yang nekat merokok akan langsung dijatuhi denda sebesar 400 riyal Saudi.

Bahkan, aparat tidak segan memproses hukum pidana jemaah yang terlibat dalam perkelahian atau tindakan asusila di kawasan masjid. Sanksi terberat dari perbuatan ini mencakup pencabutan izin masuk atau larangan mengunjungi wilayah Arab Saudi dalam jangka waktu tertentu.

Guna mengamankan jemaah dari potensi gesekan hukum, Seksus Nabawi mengerahkan total 68 petugas yang disebar secara terstruktur. Tim ini ditempatkan di lima pos pemantauan strategis untuk mendampingi langsung mobilitas ribuan tamu Allah setiap harinya.

"Kami berharap jemaah bisa fokus beribadah tanpa harus berurusan dengan aparat karena melanggar aturan yang sebenarnya bisa dihindari," pungkas Thoriq.

Fungsi vital petugas ini juga dioptimalkan untuk memandu jemaah yang lupa arah jalan pulang ke hotel. Langkah preventif dari panitia ini menjadi wujud nyata komitmen negara dalam melayani dan melindungi jemaah secara komprehensif di Tanah Suci.

(Awaludin)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement