MAKKAH - Puncak Makkah Clock Tower memancarkan cahaya hijau terang tepat pada waktu Maghrib sebagai penanda masuknya 1 Zulhijah 2026. Kilauan lampu raksasa ini sekaligus menjadi deklarasi resmi bahwa pergerakan operasional menuju puncak ibadah haji kini semakin dekat.
Cahaya raksasa yang terpancar dari kompleks Abraj Al-Bait ini menjadi penanda visual dimulainya bulan haji. Pancaran warna hijau tersebut menyala bersamaan dengan kumandang azan Maghrib di Masjidil Haram.
Sistem tata cahaya di menara jam ini telah lama difungsikan oleh otoritas setempat sebagai penanda kalender lunar (Hijriah). Ketika bulan baru masuk, deretan lampu LED di puncak menara akan menyala dengan warna hijau khas kaligrafi Islam.
Bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan seluruh jemaah, cahaya ini berfungsi layaknya penghitung mundur. Fase krusial Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kini benar-benar berada di depan mata.
Visual langit Makkah yang perlahan gelap membuat nyala hijau tersebut mendominasi lanskap kota. Jutaan mata jemaah yang berada di pelataran masjid maupun jalanan kota bisa menyaksikannya dengan sangat jelas.
Masuknya tanggal 1 Zulhijah menjadi batas psikologis bagi jemaah haji Indonesia untuk mulai menghentikan umrah sunah. Tenaga dan kebugaran fisik harus dijaga ketat untuk menghadapi cuaca ekstrem di Padang Arafah nanti.
Pemerintah secara tegas telah mengeluarkan imbauan agar jemaah lebih banyak beristirahat di hotel masing-masing. Fokus ibadah kini dialihkan pada persiapan mental dan pemahaman manasik jelang wukuf.
Tidak ada lagi ruang untuk kelelahan fisik akibat ibadah sunah yang berlebihan. Operasi pergerakan massal menuju Arafah akan dieksekusi secara serempak pada tanggal 8 Zulhijah.
Momen menyalanya lampu hijau ini juga menjadi sinyal bagi seluruh armada transportasi untuk melakukan inspeksi akhir. Ratusan bus telah disiagakan di berbagai sektor untuk mengangkut jemaah secara bergelombang.
Pemandangan menara yang berpendar hijau di tengah malam Makkah ini memberikan rasa tenang sekaligus debar antusiasme. Ini adalah momen yang paling ditunggu oleh setiap muslim yang menunaikan rukun Islam kelima.
Tamu Allah dari seluruh dunia kini telah menyatukan niat dan fokus mereka pada satu titik koordinat. Padang Arafah menanti kehadiran mereka untuk bermunajat di hari yang paling agung.
(Rahman Asmardika)