Aturan teknis berpakaian juga wajib diperhatikan dengan saksama, di mana jemaah laki-laki diharamkan memakai pakaian berjahit pembentuk tubuh. Sepatu atau sandal penutup tumit serta penutup kepala yang menempel erat juga masuk dalam daftar larangan mutlak kaum pria.
Bagi jemaah perempuan, aturan ihram secara spesifik menegaskan larangan pemakaian cadar untuk menutupi wajah. Penggunaan sarung tangan yang mengurung area telapak juga tidak diperbolehkan selama rangkaian ihram belum diselesaikan.
Menjaga kesucian ihram di Arafah tidak hanya sebatas mematuhi aturan fisik pakaian, melainkan menuntut kesucian hati dan lisan. Kepadatan lalu lintas dan cuaca terik kerap memicu kelelahan ekstrem yang berujung pada gesekan emosional antar-jemaah.
Waktu luang selama perjalanan bus menuju Arafah harus dimanfaatkan jemaah untuk memperbanyak talbiyah dan zikir, bukan untuk mengeluh. Menghindari ucapan kasar dan potensi pertengkaran adalah kunci utama yang akan membawa jemaah meraih predikat haji mabrur.
(Awaludin)