Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ribuan Petugas Satgas Mina Disiagakan untuk Atur Arus Jamaah Haji di Jamarat

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Kamis, 28 Mei 2026 |15:53 WIB
Ribuan Petugas Satgas Mina Disiagakan untuk Atur Arus Jamaah Haji di Jamarat
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan sebanyak 1.356 petugas Satgas Mina, untuk memperkuat layanan dan pengawasan jamaah haji Indonesia selama fase Mina pada puncak ibadah haji.

Diketahui, fase Mina merupakan tahapan krusial dalam puncak ibadah haji (Armuzna), di mana jamaah tinggal (mabit) di Mina untuk melontar jumrah. Fase ini menuntut kesiapan fisik prima karena jamaah berjalan kaki menuju Jamarat dan berpotensi menghadapi suhu ekstrem.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan ribuan petugas tersebut ditempatkan di sejumlah titik guna mendukung pengaturan arus jamaah hingga merespons cepat kebutuhan di lapangan.

"Secara keseluruhan, total ada 1.356 petugas Satgas Mina yang disiagakan untuk mendukung layanan, pengawasan, dan juga pengaturan arus jamaah, serta merespon cepat terhadap kebutuhan jamaah di lapangan,” kata Maria, Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, pos pantau Satgas Mina tersebar di sejumlah lokasi, antara lain di Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, hingga kawasan terowongan Muaisim-Turki.

Menurut Maria, pos-pos tersebut bertugas mengarahkan pergerakan jamaah menuju Jamarat, membantu pengaturan arus saat lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, hingga memastikan jamaah kembali melalui jalur aman.

“Pos-pos tersebut memang bertugas mengarahkan pejalan kaki jamaah haji Indonesia menuju Jamarat, membantu juga bagaimanakah pengaturan arus saat pelaksanaan lontar jumrah, mengantisipasi kepadatan, serta memastikan bahwa jamaah yang kembali dari Jamarat tetap berada pada jalur yang aman dan tidak mengambil jalan pintas yang berisiko,” ujarnya.

 

Selain Satgas Mina, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga menyiapkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat dan Mina. Tim khusus ini disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, serta membantu mengurai kepadatan jamaah.

Maria mengatakan, posko MCR ditempatkan di titik-titik krusial area Jamarat dan jalur perlintasan jamaah agar petugas dapat memantau situasi secara langsung dan merespons kondisi darurat dengan cepat.

“MCR dibentuk khusus untuk kemudian menangani berbagai kondisi kedaruratan, antara lain misalnya seperti ada jamaah yang mungkin pingsan, tersesat, maupun mengalami kelelahan ekstrem, hingga evakuasi bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” katanya.

Ia menambahkan, petugas juga disiagakan untuk membantu jamaah yang tersesat, kelelahan, terpisah dari rombongan, maupun membutuhkan penanganan segera selama fase Mina berlangsung.

Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau jamaah menjaga kesehatan mengingat kondisi cuaca di Mina masih cukup panas pada siang hari. Jamaah diminta memperbanyak minum air putih, menggunakan payung dan pelindung kepala saat berada di luar tenda, serta membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak.

“Jangan biarkan jamaah rentan bergerak sendiri menuju Jamarat,” ujar Maria saat meminta perhatian lebih bagi jamaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jamaah terus diperkuat sampai seluruh rangkaian Armuzna selesai. 

(Awaludin)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement