Penundaan layanan selama 12 jam ini dinilai efektif karena memberikan kesempatan bagi jamaah untuk beristirahat dengan layak di pemondokan. Kini, seluruh jamaah dapat kembali memanfaatkan layanan transportasi tersebut untuk menjalankan aktivitas ibadah, termasuk melaksanakan tawaf ifadah.
Dalam pengoperasiannya pascapuncak haji, otoritas terkait juga telah berkoordinasi untuk mengantisipasi penumpukan jamaah di tiga terminal utama. Sebagai langkah mitigasi, seluruh akses pintu peron di terminal keberangkatan dibuka secara maksimal guna memperlancar arus penumpang.
"Sekarang kami sudah berkomunikasi dengan pihak terkait. Di Terminal Ajyad, ketiga pintu dibuka seluruhnya, sementara di Syib Amir sekitar 16 pintu juga dibuka semuanya," jelas Syarif.
Seiring berjalannya waktu, jumlah armada bus akan dikurangi secara bertahap menyesuaikan jumlah jamaah yang masih berada di Makkah.
(Awaludin)