Ia menambahkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari ramainya kegiatan keagamaan atau banyaknya simbol-simbol Islam yang tampak di ruang publik, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Islam benar-benar hidup dalam perilaku umat.
Menutup tausiahnya, Prof. Said Aqil mengajak seluruh umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah batin, memperkuat iman, membersihkan hati, serta membangun integritas pribadi sehingga lahir masyarakat yang religius, jujur, adil, dan berakhlak mulia.
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Semarak Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII tersebut diharapkan menjadi momentum memperkokoh keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan kemajuan umat dan bangsa.
(Rahman Asmardika)