Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ribuan Peserta dari 37 Provinsi Ikuti MTQ Nasional 2026

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Minggu, 13 September 2026 |22:43 WIB
Ribuan Peserta dari 37 Provinsi Ikuti MTQ Nasional 2026
Ribuan Peserta dari 37 Provinsi Ikuti MTQ Nasional 2026
A
A
A

JAKARTA  – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang dibuka oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Prosesi pembukaan berlangsung di Lapangan Pancasila, Semarang, Jawa Tengah, ditandai dengan pemukulan bedug.

Perhelatan ini diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi yang akan berkompetisi dalam delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan cakupan kompetisi MTQ Nasional XXXI dirancang menjangkau peserta dari berbagai kelompok usia dan bidang keahlian Al-Qur’an. Kompetisi mencakup kategori anak-anak hingga dewasa, tilawah, qiraat, hafalan, tafsir, hingga cabang yang menguji kemampuan intelektual dan seni Al-Qur’an.

“MTQ Nasional sebagai instrumen pembinaan Al-Qur’an yang inklusif dan menjangkau lintas generasi,” ujar Abu Rokhmad dikutip, Minggu (13/9/2026).

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), ini mengatakan, peserta akan berlaga dalam beragam kategori, mulai dari hafalan satu juz hingga 30 juz, serta tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa.

Keragaman cabang tersebut menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pemahaman, penafsiran, penulisan, dan pengembangan seni yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Dari sisi penilaian, penyelenggara menyiapkan 155 Dewan Hakim untuk mengawal seluruh proses kompetisi.

Mereka telah melalui tahapan penyiapan sesuai dengan standar penyelenggaraan MTQ Nasional, dengan independensi, objektivitas, dan profesionalitas menjadi aspek penting untuk menjaga kredibilitas hasil musabaqah.

“Independensi, objektivitas, dan profesionalitas Dewan Hakim menjadi variabel kunci yang kami jaga ketat agar hasil kompetisi tetap kredibel dan diterima oleh seluruh kafilah,” kata Abu Rokhmad.

 

Kompetisi berlangsung secara serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang, ditambah satu titik registrasi kafilah. Dengan demikian, terdapat 13 titik operasional yang dikelola secara simultan selama pelaksanaan MTQ Nasional XXXI. Pengelolaan banyak lokasi tersebut menjadi bagian penting dari koordinasi panitia agar setiap cabang dapat berlangsung tertib dan tepat waktu.

’Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

‘’Tema tersebut menjadi pijakan agar MTQ tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat dan kehidupan berbangsa,’’pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement