Harapan untuk memperluas pemahaman keagamaan sekaligus wawasan praktis inilah yang membawanya melangkah ke Bootcamp Muharrik Mualaf 2026.
“Saya senang ikut acara ini, nantinya kan ada ilmu pengetahuan, baik secara akhirat maupun secara dunia,” ungkapnya.
Perjalanan hidup Susanti membuktikan bahwa keteguhan dalam menuntut ilmu lahir dari tekad yang kuat, bukan dari keadaan yang serba mudah. Dari seorang anak kecil yang dahulu hanya mampu menyimak lantunan ayat suci dari tepi jalan, kini ia bertransformasi menjadi sosok mualaf yang tangguh menembus keterbatasan. Penglihatannya mungkin telah sirna, tetapi penuntun di dalam hatinya tak pernah padam.
(Rahman Asmardika)