JAKARTA - Kehidupan manusia tak lepas dari hubungan dengan sesama, yang terkadang diwarnai dengan perselisihan, pertengkaran, atau hal-hal yang membuat kita sakit hati terhadap orang lain. Namun, Islam mengajarkan bahwa memaafkan adalah perbuatan yang lebih utama dan agar kita tidak memendam dendam.
Khutbah Jumat berjudul "Memaafkan dan Membebaskan Hati dari Dendam" mengajak kita untuk dapat memaafkan orang lain yang membuat kita merasa sakit hati atau marah. Berikut teks khutbah Jumat sebagaimana dlansir dari laman resmi Muhammadiyah.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نبينا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَتَقْوَى اللَّهِ فَوْزٌ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Mengawali khutbah Jumat yang mulia ini, marilah kita senantiasa memperbarui dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, agar hidup kita senantiasa berada dalam bimbingan dan keridaan-Nya.
Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Dalam dinamika interaksi kita sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat, kita seringkali dihadapkan pada perselisihan, salah paham, hingga perbuatan orang lain yang menyakiti batin kita.
Ketika rasa sakit hati itu muncul, secara naluriah timbul dorongan di dalam dada untuk membalas. Dia menyakiti saya, maka saya harus membalas. Dia mencaci saya, maka saya harus mencacinya lebih keras.
Namun, yang perlu diperthatikan adalah ketika kemarahan dibalas dengan kemarahan dan kebencian dibalas dengan kebencian, yang terjadi bukanlah penyelesaian masalah, melainkan rantai dendam yang tak kunjung usai. Bagaikan menyiram minyak ke dalam api, emosi kita justru akan kian membakar kedamaian jiwa kita sendiri.
Di sinilah Islam mengajarkan sebuah prinsip hidup yang sangat luhur, yaitu pemaafan (al-‘afwu).