†Pembongkaran Pemondokan di Masjidil Haram Harus Diantisipasi dari Sekarang�

Syukri Rahmatullah, Jurnalis
Rabu 07 Desember 2011 07:41 WIB
Ilustrasi
Share :

JEDDAH - Mulai akhir tahun ini akan dilakukan pembongkaran di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Karenanya, diusulkan untuk mengansitipasinya sebaiknya pencarian pemondokan dilakukan sejak sekarang.  
Demikian usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua I Bidang Pelayanan Umum dan Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi 1432 H/2011,M Subhan Cholid, Lc, kepada wartawan.
 
"Ini harus diantisipasi mulai sekarang, karena negara-negara lain juga memerlukan pondokan-pondokaan untuk jamaah hajinya," ucapnya. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jamaah haji Indonesia tahun ini menempati pondokan-pondokan yang jaraknya paling jauh 2.000 meter dari Masjidil Haram.
 
Sedangkan tahun lalu, pondokan itu berada lebih dari 2.000 meter dari Masjidil Haram. Hingga kini, proyek perluasan Masjdil Haram terus dilakukan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang akan menggusur pondokan-pondokan di sekitar Masjdil Haram. Untuk itu berbagai antisipasi harus dilakukan mulai saat ini, agar jamaah haji Indonesia memeroleh pondokan sesuai yang diinginkan.
 
Wakil Ketua PPIH mengakui ada sebagian jamaah haji Indonesia yang menginginkan pondokan yang sangat dekat dengan Masjidil Haram meski kondisi pondokannya tidak bagus. Tapi ada juga jamaah yang mengatakan tidak keberatan pondokannya jauh dari Masjidil Haram, asalkan disiapkan kendaraan angkutan bus. "Kami berusaha memberikan pelayanan kepada jamaah haji secara optimal," kata Subhan.
 
Subhan Cholid berharap, selain pondokan yang perlu diantisipasi; juga tentang biaya ibadah haji juga ditetapkan lebih awal. Dengan demikian cukup waktu bagi calon jamaah untuk memersiapkan diri untuk berangkat ke Tanah Suci.
 
Pembentukan kloter, penunjukan kepala rombongan juga bisa dilakukan lebih awal; sehingga antara calon jamaah dengan ketua kloter dan kepala rombongan bisa terjadi komunikasi yang intens. "Paling tidak di antara mereka sudah terjalin komunikasi sejak awal," ujarnya.
 
Wakil Ketua PPIH juga berharap agar jadwal pelaksanaan ibadah haji mengacu pada kalender hijriyah. Karena selama ini acuannya adalah kalender masehi yang selalu berubah. Kalau kalender hijriyah tidak akan berubah-ubah, sehingga memudahkan untuk berbagai perencanaan.
 
Subhan Cholid mengakui pelaksanaan ibadah haji tahun ini pada umumnya lebih baik dibandingkan tahun-tahun lalu. Meski diakui masih ada kekurangan. "Alhamdulillah tahun ini lebih baik," ucapnya.
 
 

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya