Masjid Peninggalan Umat Hindu

Abdullah Sani Hasibuan, Jurnalis
Selasa 06 Agustus 2013 01:00 WIB
Share :

TEBING TINGGI - Bila melintas di inti Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Anda akan menemukan sebuah masjid yang tergolong sangat sederhana. Namun siapa sangka masjid ini punya sejarah unik, karena dulunya tempat ini merupakan tempat ibadah umat Hindu yang kemudian beralih fungsi.

Selain sejarah panjang di atas, ada satu lagi keunikan masjid ini, yaitu ada sebuah pohon kurma yang tumbuh subur di halaman masjid. Meski belum pernah berbuah, pohon ini menjadi aksesoris tersendiri bagi Masjid Al Muklis atau sering disebut Masjid Keling.  
Pohon kurma ini ditanam oleh seseorang pendatang dari India yang mengucapkan kalimat syahadat di masjid ini.
 
Masjid Keling dibangun tahun 1930. Saat pertama dibangun, merupakan tempat beribadah umat Hindu, namun karena sang pemiliknya meninggal dunia, kemudian diserahkan kepada keturunannya yang sudah memeluk agama islam, yakni Tuan Bawah, akhirnya dijadikan masjid.
 
Takmir Masjid Abdul Rahman Nasution menuturkan, Masjid Keling telah mengalami pemugaran dua kali. Yaitu pada tahun 1936 dan 1978. Akibat pemugaran ini sejumlah ornamen peninggalan zaman Hindu raib. Padahal ornamen ini memiliki nilai sejarah yang tinggi.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya