Pemerintah Arab Saudi Larang Pemindahan Jamaah dari Madinah ke Makkah Dilakukan Malam Hari

Amril Amarullah, Jurnalis
Senin 23 Juli 2018 22:28 WIB
Ilusrasi/Reuters
Share :

MADINAH - Kepala Daker Madinah PPIH Arab Saudi, Muhammad Khanif mengatakan, jamaah haji Indonesia gelombang awal yang kini berada di Madinah akan diberangkatkan ke Makkah pada 26 Juli. Selanjutnya, mereka akan bergabung dengan jamaah lain untuk melaksanakan Arafah, Mina dan Muzdalifa (Armina).

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan jamaah sebelum menuju Makkah, yakni kelengkapan dokumen perjalanan yang nanti akan dicek petugas. "Ini jadi tugas ketua kloter dan perangkat kloter akan menuju ke muasasah (pengelola haji Arab Saudi) untuk mengecek dokumen perjalanan mereka,” kata Khanif di Madinah.

Dengan pemeriksaan itu, akan dicocokkan jamaah tertentu semestinya berada di rombongan nomor berapa, bus nomor berapa, dan lokasi pemondokan. Sehingga, nanti ketika jamaah haji pada saatnya akan berangkat ke Makkah, dokumen paspor sudah sesuai dengan rombongan masing-masing dan sesuai dengan jumlah jamaah pada rombongan tersebut.

Menurut Khanif, untuk perjalanan ke Makkah, akan dilakukan pagi hari, tidak boleh di malam hari. "Pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan tak boleh dilakukan perjalanan malam hari dari Madinah ke Makkah. Hal itu guna mengecilkan potensi terjadinya hal-hal yang membahayakan penumpang seperti kecelakaan akibat sopir mengantuk," tuturnya.

Dengan persyaratan itu, jamaah yang sudah menyelesaikan Arbain pada shalat Maghrib atau Isya tetap harus menunggu sebelum berangkat ke Makkah. “Maka pemberangkatannya ke Makkah ke Madinah itu akan diberangkatkan pada pagi hari, setelah shalat subuh,” ujar Khanif.

Sementara, terkait jumlah kendaraan untuk memindahkan jamaah akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kloter. Bus-bus itu akan menjemput jamaah di pemondokan masing-masing.

Dengan kapasitas rata-rata bus sebanyak 40 sampai 50 orang, satu kloter bisa menggunakan antara delapan sampai 10 bus.

Sekitar 50 ribu jamaah akan diberangkatkan secara bertahap hingga 8 Agustus. Kloter yang pertama tiba di Madinah dari Tanah Air akan diberangkatkan lebih dahulu ke Makkah. Dari Madinah, mereka akan menuju Bir Ali untuk melaksanakan ihram sebelum ke Makkah dan berumrah guna memenuhi rangkaian haji tamattu.

Selama di Makkah, jamaah kemudian diinapkan di pemondokan-pemondokan dan bergabung dengan jamaah lainnya yang tiba melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah. Seluruh jamaah Haji Indonesia itu nantinya berangkat untuk melaksanakan puncak ibadah haji di Arafah, Mina, dan Muzdalifah pada 19-24 Agustus.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya