MAKKAH - Tahun 1960, Presiden RI pertama Soekarno pernah menginisiasi penanaman pohon di Arafah. Saat itu, Soekarno yang berhaji melihat kondisi kering di padang Arafah.
Melalui relasi diplomatik yang baik antara Indonesia dan Arab Saudi, Soekarno mengusulkan ke Raja Arab Saudi Saud bin Abdulaziz al Salad untuk menanam pepohonan.
Dipilihlah pohon mindi. Pohon ini dipercaya mampu bertahan hidup di padang pasir dan mampu memberi keteduhan.
Pohon mindi atau dikenal sebagai pohon Soekarno kini tumbuh lebat dan subur di Arafah. Bahkan, pohon itu membantu membuat sejuk suasana di tenda Arafah.
"Alhamdulillah saya bersyukur pohon-pohon ini pada tahun ini sungguh cepat tumbuh terus tumbuh dan ini semoga membuat kesejukan tersendiri bagi jamaah," kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, di Arafah, beberapa waktu lalu.
Selain pohon Soekarno, kesejukan diharapkan dapat dirasakan juga oleh jamaah dari dalam tenda. Lukman mengatakan, pada tahun ini sistem pendingin ruangan di tenda Arafah diganti.
Tahun ini, sistem pendingin ruangan menggunakan kipas mist fan. "Karena AC itu memerlukan daya listrik yang besar," ujar dia.
Seperti diketahui, tenda-tenda di Arafah tidak terdapat listrik yang besar. Suplai hanya tersedia melalui mesin genset.
Nantinya, untuk menjaga sirkulasi tetap terjaga, muasassah diminta untuk menyediakan lebih banyak kipas angin. Tenda-tenda akan dibuka sehingga sirkulasi udara menjadi lebih baik. "Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih baik," ujar dia.
(Qur'anul Hidayat)