JAKARTA - Dalam sejarah manusia, tidak ada satu kota pun di dunia yang dapat menyaingi kehormatan dan kesucian kota Makkah. Hal ini terjadi karena di Makkah terdapat Kakbah, Masjidil Haram, serta keluhuran sejarah yang menyertainya.
Dikutip dari Buku Cerdas Haji dan Umrah, secara geografis, kota Makkah terletak di sebelah barat Kerajaan Arab Saudi di tanah Hijaz, dikelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi, berada di ketinggian 300 meter dari permukaan laut. Kota ini terletak sekitar 400 kilometer arah barat daya kota Madinah, atau sekitar 120 kilometer dari arah timur kota Thaif, atau sekitar 72 kilometer dari arah kota Jeddah dan pantai Laut Merah.
Dermaga terdekat dari kota Makkah adalah Dermaga Jeddah al-Islamy. Bandara terdekat yaitu Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Apabila akan masuk ke kota Makkah, kita akan melalui pintu utama kota Makkah yang berada di jalur tol. Dari sini akan terlihat monumen besar yang menjadi gapura khas kota Makkah, yaitu tembok besar yang menjulang di atasnya, berbentuk mushaf Al-Qur’an raksasa.
Kota Makkah dipimpin oleh seorang wali kota atau disebut Amir. Pengangkatannya dilakukan dan disahkan oleh Raja Arab Saudi yang dibantu oleh Majelis Dewan Kota, terdiri dari 14 tim yang berjumlah 14 orang. Kota Makkah juga merupakan ibu kota provinsi, meliputi beberapa kota besar di sekitarnya.
Penyebut Makkah dalam Alquran
Nama Makkah merupakan kota suci yang sering disebut dalam Alquran. Perkataan Makkah dapat berarti tamuk al-fajir atau tukhrijuhu wa tuhlikuhu, yang bermakna terusirnya orang kafir, sebagaimana disebutkan dalam Alquran (baca: QS. Al-Fath [48]: 24).
“Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Fath [48]: 24).
Nama lain Makkah disebut pula Bakkah, bermakna tabuku a’nak al-jababirah artinya teriakan dari yang perkasa, atau berarti tunduk. Nama ini mengisyaratkan pada tempat yang penuh dengan barakah, seperti disebut dalam Alquran:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali-Imran [3]: 96).
Makkah disebut pula Umm al-Qura, yang berarti markaz al-ardh, surrah ad-dunya, wasath al-mu’mun dhamm al-qura, juga bermakna pusat kota, kota paling mulia. Nama ini disematkan sebagai nama universitas di kota Makkah, Umm al-Qura University. Kampus ini sangat terkenal, terletak di al-Hayy al-Aziziyah.
“Dan ini (Alquran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi, membenarkan Kitab-kitab yang (diturunkan sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umm al-Qura (Makkah) dan orang-orang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Alquran) dan mereka selalu memelihara salatnya.” (QS. Al-An’am [6]: 92).
Makkah disebut Umm al-Qura karena mempunyai banyak kemuliaan dan keutamaan melebihi tempat lain, di samping merupakan tempat paling dicintai Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Berkata Imam al-Nawawi al-Jawi: “Makkah dinamakan Umm al-Qura karena menjadi tujuan umat manusia yang berkumpul di tempat mulia ini, diibaratkan anak kecil yang berkumpul bersama ibunya. Berkumpulnya umat manusia menyebabkan Tanah Haram disebut dengan Umm al-Qura.
Al-Balad adalah nama lain dari Makkah yang juga disebutkan dalam Alquran (baca QS. Ibrahim [14]: 35).
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman dan jauhkanlah aku beseta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim [14]: 35).
Sedangkan dalam ayat lain (baca QS. At-Tin [95]: 3), Makkah disebut sebagaimana dijelaskan sebagai Balad al-Amin karena memberikan keamanan bagi orang-orang yang ketakutan.
“Dan demi kota (Mekkah) ini yang aman.” (QS. At-Tin [95]: 3).
Allah SWT pun menyebut kota Makkah dengan al-Baldab, sebagaimana ditegaskan dalam Alquran yang artinya, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Nambl [27]: 91).
Tidak sampai di situ, Allah SWT menyebut Makkah sebagai al-Haram al-Amin. Allah SWT berfirman, artinya, “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok..” (QS. Al-‘Ankabut[29]: 67).
Al-Qaryah merupakan nama lain dari Makkah seperti firman Allah SWT (baca QS. Muhammad [47]: 13, artinya, “Dan betapa banyaknya negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduknya) lebih kuat dari pada (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.” (QS. Muhammad [47]: 13).
Ada lagi, Mukhraja Shidqi, sebagai sebutan untuk Makkah sebagaimana disebutkan dalam Alquran (baca QS. Al-Isra [7]: 80), artinya: “Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepada ku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. Al-Isra’ [17]: 80).
(Arief Setyadi )