Sedangkan untuk Bandara di Madinah, kata Rachmawanti, jarak dengan penginapan cenderung dekat. Jamaah bisa berangkat tidak terlalu awal. Suhu udara memang tinggi dengan kelembaban yang rendah, namun jemaah bisa menunggu di dalam ruangan yang sejuk. Meski demikian jemaah juga tetap dianjurkan banyak minum.
Saat datang ke Tanah Suci, jamaah yang sakit sebagian besar didominasi karena faktor kelelahan dan mabuk udara. Selain itu juga ada kekambuhan (eksaserbasi) dari penyakit yang sudah di berita sebelumnya.
Sedangkan pada saat kepulangan, hal yang perlu diwaspadai adalah jamaah-jemaah yang post rawat baik dari KKHI ataupun di RSAS. Umumnya kondisi jemaah belum sepenuhnya pulih dan nafsu makan juga belum kembali ke seperti semula. Selain itu ditambah lagi dengan faktor kelelahan untuk menyiapkan kepulangan.
“Ini perlu perhatian khusus. Jamaah harus tetap semangat, karena keluarga sudah menunggu di rumah,” kata Rakhmawanti.