Kisah 3 Pertanyaan Rabi Yahudi ke Nabi dan Asal Muasal Kata Insya Allah

, Jurnalis
Senin 20 Mei 2019 03:51 WIB
Asal Muasal Kata Insya Allah (Foto: Nu.or.id)
Share :

Suatu hari, ketika unta Nabi terlepas dan hilang, orang-orang Yahudi berolok-olok: “Muhammad mengaku berita-berita yang diterimanya berasal dari langit padahal dia tidak tahu dimana untanya berada.”

Nabi menjawab “Aku hanya tahu apa yang diberitahukan Allah kepadaku dan Dia menunjukkan kepadaku bahwa unta itu berada di lembah sempit yang ikatannya tersangkut di sebuah pohon.” Beberapa orang Anshar pergi dan menemukan unta itu persis di tempat yang dikatakan Nabi.

Ada suatu hikayat dalam Alquran yang menegaskan betapa Nabi Muhammad tidak bisa mengontrol wahyu. Wahyu turun atas kehendak Allah dan Nabi tidak bisa mendikte kapan wahyu turun. Suatu ketika, atas saran para rabi Yahudi, para pemuka Quraisy mengajukan tiga pertanyaan sebagai ujian terhadap kebenaran klaim kenabian Muhammad.

Jika Muhammad dapat menceritakan tiga hal itu, kata rabi Yahudi, maka ia memang Nabi yang diutus Tuhan. Jika tidak, maka ia pendusta. Tanyakan kepadanya kisah kelompok pemuda yang meninggalkan kaum mereka pada zaman dahulu dan bagaimana kejadian yang menimpa mereka. Kisah mereka sungguh mengagumkan. Tanyakan pula cerita tentang petualang yang menjelajah hingga ujung bumi di timur dan barat. Lalu tanyakan juga apa itu roh?

Ketika tiga pertanyaan itu diajukan kepada Nabi, beliau menjawab, “Esok akan kujelaskan kepada kalian,” tanpa mengucapkan Insya Allah. Ketika esok hari mereka menuntut jawaban, Nabi tidak dapat menjawabnya. Jibril tidak datang membawa wahyu hingga 15 malam.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya