Satu pohon kurma di Masjid Al- Barkah, kata dia, selalu berbuah menjelang bulan Ramadan setiap tahunnya. Menariknya, buah kurma berwarna hijau hingga kekuning-kuningan. Biasanya kurma baru bisa dipanen setelah Ramadan atau sehabis Hari Raya Idul Fitri. “Setelah Lebaran panennya biar lebih besar dan enak dimakan,” katanya.
Kurma Bekasi ini berbeda dengan kurma di Madinah. Kurma Bekasi bisa dibilang muda, tapi sama-sama manis. Untuk merawat pohon kurma, pengurus masjid biasanya memberikan pupuk kandang sebanyak satu kali setiap bulan.
Hal itu agar pohon tetap tumbuh subur dan tetap berbuah. Untuk satu pohon kurma biasanya menghasilkan ribuan buah. Kurma akan dibagikan kepada para jamaah yang ada di sekitar masjid termasuk para pengunjung. Satu pohon bisa dua atau tiga ember bak besar karena mirip buah pinang. “Panennya bertahap, kalau yang sudah agak besar kita panen agak kuning kehijau-hijauan,” ujarnya.
Sementara itu, warga Bekasi meyakini buah kurma muda itu berkhasiat meningkatkan kesuburan perempuan. “Katanya berkhasiat untuk memberikan kesuburan bagi para perempuan,” kata Bayu, 30, warga sekitar Warga Teluk Buyung, Kecamatan Bekasi Utara, ini mengaku sering datang ke masjid tersebut terutama saat Ramadan.
Selain berbuka puasa di masjid yang berada di Jalan Veteran itu, dia biasanya menunggu hingga malam selesai salat tarawih. “Masjidnya jadi sejuk sejak ada pohon kurma,” katanya.
(Helmi Ade Saputra)