Adab saat Doa tak Kunjung Dikabulkan

, Jurnalis
Jum'at 05 Juli 2019 05:13 WIB
Muslim berdoa kepada Allah (Foto: GCD)
Share :

Dalam Kitab Al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, Imam Abu Bakr al-Thurthusyi memberi peringatan untuk orang-orang yang berdoa, bahwa mereka harus menguatkan pengharapan mereka kepada Allah dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Apalagi jika doanya dirasa tak kunjung dikabulkan. Ia mengatakan:

وإن تأخرت الإجابة فلا تستبطئ ما سألت، فإن لكلّ شيء أجلا، والدعاء لا يغلب ما سبق في المعلوم

“Andai doa tak kunjung dikabulkan, janganlah kau menangguhkan (mengendurkan) apa yang yang kau minta. Sesungguhnya di setiap hal ada waktunya, dan doa tidak (bisa) menyelisihi apa yang telah ditentukan sebelumnya.” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002, h. 20)

 

(Foto: IB Times)

Artinya, setiap doa memiliki waktunya sendiri-sendiri. Kita hanya bisa berdoa dan meminta. Soal kapan dan bagaimana bentuk pengabulannya, kita harus berpasrah diri kepada Allah.

Hanya Allah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Hal yang perlu kita lakukan adalah melapangkan hati kita, menyerahkan segalanya, tidak terburu-buru menuntut pengabulannya, tidak berputus asa dari rahmat-Nya, dan tetap yakin Allah pasti mengabulkannya (husnudhan).

Dalam kitab yang sama, Imam Abu Bakr al-Thurthusyi mengutip beberapa riwayat tentang pentingnya keyakinan penuh dalam berdoa, dan jangan terburu-buru menyimpulkan ketika doa tak kunjung dikabulkan. Riwayat yang pertama dikutip dari Imam Malik bin Anas dalam al-Muwaththâ. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يقل الداعي في دعائه: اللهم ارحمني إن شئت، ليعزم المسألة، فإنه لا مكره له

“Janganlah orang yang berdoa mengatakan dalam doanya: Ya Allah rahmatilah aku jika Engkau berkenan. Hendaklah ia memohon dengan penuh harap, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa memaksa-Nya.” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, 2002, h. 20)

Imam Abu Bakr al-Thurthusyi menjelaskan riwayat di atas dengan mengatakan:

يعني أن الله تعالي لا يُكره علي الإعطاء، فإن شاء أعطي وإن شاء منع

“Yakni sesungguhnya Allah tidak benci untuk memberi. Jika Dia menghendaki, Dia memberi. Jika Dia menghendaki, Dia mencegah (tidak memberi).” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, 2002, h. 20)

Inilah maksud tidak ada yang bisa memaksa-Nya. Karena Allah berhak mengabulkan doa makhluk-Nya dengan cara-Nya sendiri.

Riwayat yang kedua dikutip dari Imam al-Bukhari dan Imam Abu Dawud, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يستجاب لأحدكم ما لم يعجل، فيقول: قد دعوت فلم يستجب لي

“Akan dikabulkan (doa) salah seorang di antara kalian selama ia tidak tergesa-gesa (menuntut pengabulannya), sampai ia berkata: ‘Sungguh aku telah berdoa, namun belum juga dikabulkan untukku.” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu, 2002, h. 20)

Hadits di atas menunjukkan pentingnya bersabar dalam berdoa. Sebab, dengan mengatakan, “aku telah berdoa, namun belum juga dikabulkan untukku”, secara tidak langsung telah berprasangka buruk kepada Allah, dan menunjukkan ketidak-yakinan bahwa doanya akan terkabul. Jadi, sikap yang harus ditunjukkan adalah bersabar, berprasangka baik kepada Allah dan berkeyakinan penuh Allah akan mengabulkannya.

Seperti dilansir NU Online, hal yang terpenting adalah jangan sekali-kali kita menampakkan sikap tak percaya dan mengeluhkan Tuhan yang tak kunjung mengabulkan doa kita. Sebab pengabulan doa memiliki banyak ragam. Bisa jadi ditunda; bisa jadi dipercepat; bisa jadi diganti dengan yang lebih baik sebagai anugerah, atau diganti yang lebih ringan sebagai ujian.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya