MADINAH - Jamaah haji wakita dan yang memiliki risiko tinggi (risti) diimbau untuk tidak mamaksakan diri untuk mengejar ke Raudhah yang barada di Masjid Nabawi, Madinah.
Dia mengatakan, waktu untuk jemaah wanita sangat terbatas. Padahal, yang ingin ke tempat tersebut sangat banyak. Demikian bagi jemaah risti, rentan karena situasi yang penuh sesak oleh jemaah dari berbagai Negara.
“Jika tidak bisa sampai Raudhah dan ziarah Makam Rasul, ketika sudah sampai Nabawi saja itu sudah sama. Bukan berarti doanya tidak mustajabah. Karena salat di Nabawi keutamaannya juga sangat besar,” kata dia, Selasa (9/7/2019).
Baca Juga: 77,81% Jamaah Haji Sumsel Masuk Kategori Kondisi Badan Berisiko Tinggi
Konsultan ibadah Sektor 5 Madinah Jauhari Sadji menjelaskan, Raudah yang dimaksud hanya berada di mihrab atau mimbar Nabi Muhammad SAW dengan kediaman beliau yang kini menjadi makam manusia paling mulia tersebut. Tentu, tidak mudah untuk mencapainya kendati tidak ada yang mustahil.
Raudhah merupakan salah satu tempat makbul untuk berdoa. Hanya saja saking banyaknya orang tidak sebanding dengan luas tempat yang tidak seberapa. Dari luasan karpet hijau di bagian depan Masjid Nabawi, hanya sebagian kecil yang dimaksudkan sebagai Raudhah.
(Angkasa Yudhistira)