Dikutip dari sebuah video di Youtube, Ustadz Oemar Mita, Lc menjelaskan, “Taubatnya (Abu Mihjan) justru saat berada di peperangan dan tidak diizinkan ikut berperang. Hal-hal semacam itu akhirnya kita paham dari kisah Abu Mihjan, saat kita lihat ada orang yang taubat ada yang gagal, lalu taubat lagi, gagal lagi, taubat lagi, jangan putus untuk mengajaknya bertaubat walaupun akhirnya kadang-kadang ia balik lagi. Kenapa? Karena akan ada satu waktu manusia itu baru benar-benar meninggalkan dosa.”
Kegigihan Abu Mihjan tidak pernah berputus asa dalam bertaubat dan memerangi keinginan untuk bermaksiat layak kita teladani. Sebab sebanyak apapun dosa yang menggunung tinggi, jika kita bertaubat dan menyesal, niscaya akan Allah terima.
“Allah tidak hanya mencari manusia yang banyak salatnya, tetapi Allah juga mencari manusia yang berbuat dosa, tetapi mereka kembali kepada Allah dengan menyesali dosanya,” tambah ustadz Oemar.
(Dyah Ratna Meta Novia)