3. Istithaah Nafsiyyah (mampu mengendalikan nafsu)
Manusia selain dianugerahi akal oleh Allah juga diberi hawa nafsu. Nafsu cenderung menjerumuskan manusia kepada kejahatan, perbuatan dosa, dan kefasikan. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengendalikan hawa nafsu demi kesempurnaan ibadah haji.
4. Istithaah Amaliyyah (ilmu yang cukup)
Melaksanakan ibadah tanpa ilmu merupakan hal yang sia-sia. Oleh karena itu, sebelum berhaji diharuskan untuk mempelajari ilmunya terlebih dahulu.
Belajarlah kepada orang yang pernah berhaji dan sudah memahami ilmunya. Sebelum keberangkatan, biasanya pemerintah Indonesia memberikan manasik haji kepada jamaah haji.
(Dyah Ratna Meta Novia)