Sebelum dilaksanakannya salat jenazah, muadzin pasti akan mengumumkannya terlebih dahulu. "Akan ada pengumumannya menggunakan bahasa arab. Misalnya ketika sudah selesai salat rawatib, nanti ada pengumuman dari muadzin, soal siapa yang disalatkan." ujar Ustadz Najmi Fathoni.
Ustadz Najmi juga menjelaskan, lafadz yang dikumandangkan juga berbeda. Jika yang disebutkan "Ash-shalatu 'alal mayyiti rohimakumullah" maka yang di salatkan satu mayat laki-laki. Jika yang disebutkan "Mayyitati" maka itu artinya satu mayat perempuan.
Jika dikatakan "Ash-sholatu 'alat thifli rohimakumullah. artinya panggilan salat jenazah untuk mayit anak-anak. Sedangkan jika "Ash-sholatu 'alal amwat rohimakumullah" artinya panggilan salat jenazah untuk mayit yang jumlahnya banyak.
Tata cara untuk melakukan salat tersebut juga sama dengan salat jenazah pada umumya. Menggunakan 4 kali takbir, tanpa rukuk dan sujud. Rakaat pertama membaca Al Fatihah, rakaat kedua baca salawat, rakaat ketiga dan keempat membaca doa.
(Renny Sundayani)