Lalu Lintas Macet, Gadis Ini Turun dari Grab Salat Magrib di Pinggir Jalan

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 02 September 2019 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 614 2099485 lalu-lintas-macet-gadis-ini-turun-dari-grab-salat-magrib-di-pinggir-jalan-S1y7qFuFKS.jpg Gadis cantik turun dari Grab Salat Magrib di pinggir jalan (Foto : Mstar)

Seorang gadis di Malaysia turun dari taksi online Grab untuk menjalankan Salat Magrib karena sudah waktunya. Ternyata gadis ini tidak mau salatnya dijama.

Dilansir dari laman mStar, gadis ini bernama Noor Aliyah Ibrahim Ali Choon (26). Foto tersebut diambil oleh sepupunya yang bernama Nur Ainul Jannah Mohamed Aljian (25) yang sama-sama tiba di Kuala Lumpur. Saat itu kedua gadis tersebut sedang berada di Sri Petaling dan hari sudah mulai petang. Mereka ingin mencari sebuah masjid atau mushala untuk Salat Magrib. Tapi sayang, setelah berputar-putar nereka tidak menemukannya.

Salat Magrib

Demi menunaikan ibadah Salat Magrib, akhirnya mereka behenti dan keluar dari mobil. Kemudian salat di atas rumput yang sudah dirasa cukup bersih. "Bukannya kami tidak mencari (masjid). Kami bukan orang Kuala Lumpur, akhirnya kami menemukan tempat luas dan cukup bersih. Sebelumnya kami memesan Grab, dengan alasan dapat salat di Stasiun LRT. Tapi karena jalanan macet, akhirnya sepupu saya salat di tempat itu," katanya.

Nur Ainul pun berkata, jika sopir taksi online itu heran. Dia baru kali pertama mendapatkan penumpang seperti Nur, mendahulukan salat lima waktu meski sedang dalam perjalanan.

"Sopir Grab itu orang China, umurnya sekira 40 tahun. Saya memberi tahu jika sepupu sedang salat. Lalu paman sopir itu berkata, its okay, ditunggu."

Gadis Salat di pinggir Jalan

Sopir itu tetap sabar menunggu, dia paham karena mereka bukan penduduk asli Kuala Lumpur. Dia juga memahami setiap kebutuhan manusia dalam menjalankan ibadahnya.

Karena merasa tidak enak telah membuat sopir taksi itu menunggu, akhirnya Nur Ainul bertanya pada sopir itu perihal ongkos tambahan.

"Kami tanya pada paman, berapa tarifnya karena sudan lama menunggu. Tapi dia hanya menjawab jika bayaran itu sesuai yang telah ditetapkan," ujarnya.

Nur Ainul

Dari situ kedua gadis tersebut senang, karena kedatangannya ke kota yang baru saja diinjaknya sudah mendapatkan respon baik. Khususnya ada rasa saling mengharagai dan toleransi antar umat beragama yang tinggi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini