nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Dampaknya jika Suka Tidur Setelah Salat Subuh

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 16 Agustus 2019 16:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 16 614 2092774 ini-dampaknya-jika-suka-tidur-setelah-salat-subuh-6AItUrIuvE.jpeg Tidur setelah salat subuh tidak dianjurkan (Foto: Shutterstock)

BANGUN untuk salat subuh memang jadi aktifitas cukup sulit untuk dilakukan. Sehingga tak jarang yang bangunnya jadi kesiangan, atau malah melewatkannya tanpa diqodo (salat subuh).

KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen, sebelum wafat di Tanah Suci dia pernah mengatakan jika salat subuh kesiangan itu lebih baik, daripada setelah bangun (subuh) tidur lagi.

"Ada sebagian Ulama berkata, salat subuh kesiangan(Salat subuh di akhir waktu) itu lebih baik daripada salat subuh tepat waktu tapi setelah subuh tidur," kata Mbah Moen seperti dikutip dari laman Muslim Moderat.

 Salat

Tapi jangan salah paham. Di sini perlu digaris bawahi, maksud Mbah Moen adalah betapa buruknya setelah salat subuh kemudian tidur lagi. Selain bisa merusak kesehatan ternyata banyak juga efek negatif yang ditimbulkan dari tidur setelah subuh baik secara jasmani, rohani, maupun psikis.

Menurut Ketua Komunitas Dai Daiyah, Ustadz Mahfud Said, bahwa pada dasarnya tidur setelah salat subuh dapat mengganggu aktifitas kita. Contohnya, terlambat pergi bekerja atau hal lainnya bisa tertunda.

Selain itu, dalam Islam ada dua pendapat yang membahas setelah salat subuh kemudian tidur lagi.

"Pertama, tidur setelah subuh dibolehkan. Tidak ada dalil yang melarang, namun lebih karena ada sebab yang membutuhkan tidur setelah subuh. Misal karena malam harinya insomnia atau tidak bisa tidur semalaman. Kedua, makruh karena ada riwayat dari Imam Ahmad hadist Nabi yang menjelaskan, keberkahan umat Nabi Muhammad di pagi hari," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (16/08/2019).

 Salat

Dari Jabir bin Samuroh, "Nabi SAW biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit. Rasulullah berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara Jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan Rasulullah hanya tersenyum saja." (HR. Muslim no. 670)

"Kesimpulannya, Nabi habis salat subuh tidak berdiri sampai terbit matahari, dengan memperbanyak zikir, Insya Allah di

mudahkan segalanya," ujarnya.

Bagaimana menurut pandangan medis?

Spesialis Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Dokter Syarif Hasan Lutfie, mengatakan, jika dilihat secara medis maka kebiasaan tersebut dapat mengganggu sistem metabolisme pada tubuh manusia dan akan menimbulkan kurang semangat.

Secara medis, karena metabolisme itu umumnya diistirahatkan pada malam hari tentu pengaruhnya pada efek sel tubuh dengan respon lebih lambat, untuk metabolisme aktif sehingga pertukaran elektrolit tubuh sedikit terganggu," katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (16/8/2019).

Namun di sisi lain, kata dokter Syarief, terdapat efek positifnya karena memberi kesempatan untuk mengistirahatkan metabolisme. Sehingga energi yang habis bisa pulih kembali.

Secara umum, tidur adalah kebutuhan yang sangat dibutuhkan manusia untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran dirasa sudah lelah. Rasul pun pernah berkata, bahwa tubuh punya hak untuk istirahat.

Namun, kata Rasul ada beberapa waktu yang sebaiknya dihindari untuk tidur. Yaitu, tidur di pagi hari setelah salat subuh, tidur setelah salat ashar menjelang magrib, tidur sebelum salat isya, tidur setelah selesai makan, tidur sepanjang hari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini