Adapun amal perbuatan yang diridhai Allah SWT ialah yang diniatkan kepada Allah semata dan dikerjakan dengan ikhlas sesuai dengan kemampuan. Sementara ibadah yang tidak akan diterima oleh Allah merupakan amal ibadah yang dikerjakan dengan niat bukan karena Allah, tidak ikhlas karena ingin mendapat imbalan (bisa berupa pujian atau penghargaan), serta mengada-ada.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang beramal ingin dilihat maka Allah akan tampakkan amalan riya itu, dan barangsiapa yang beramal dengan sum’ah (ingin didengar oleh orang lain), maka Allah akan bongkar pula amalan sum’ah tersebut”. (HR Bukhari dan Muslim)
Dan beliau juga bersabda, “Hal yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik ashgar, maka beliau ditanya apakah hal itu, dan beliau menjawab: Riya. Maka kelak dihari kiamat , Allah akan berkata kepada orang-orang yang berbuat riya itu: Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian perlihatkan amalan kalian kepada mereka! Apakah kalian akan mendapatkan ganjaran dari mereka?!”. (HR Ahmad)
(Dyah Ratna Meta Novia)