Berdagang adalah pekerjaan Rasulullah SAW, untuk mencari nafkah. Supaya laris dan tetap berkah, tentunya harus disertai dengan ibadah. Tapi, bagaimana jika usaha yang dibangun hasil dari pesugihan atau bersekutu dengan setan?
Juni 2019 lalu, beredar informasi tentang rumah makan yang bangkrut karena konon, pemilik melakukan pesugihan atau bersekutu dengan setan. Berita ini bermula dari postingan di twitter warganet, @Tinyxlalala1.
Dalam postingannya tersebut dia mengatakan, jika rumah makan yang menggunakan pesugihan itu benar adanya. Yaitu si pemilik melakukan 'perjanjian' dengan setan, dimaksudkan supaya dagangannya selalu laris pembeli.
(Foto: Twitter/@Tinyxlalala1)
Diceritakannya, lokasi rumah makan tersebut tidak jauh dari tempat tinggal pemilik akun @Tinyxlalala1 ini dan setiap harinya selalu ramai dikunjungi pembeli. Hingga hampir habis empat kuintal beras per harinya.
Padahal diketahui sebelumnya, rumah makan ini masih sepi pembeli. Hanya satu hingga dua orang saja setiap harinya.
Tapi nahas, rumah makan ini tiba-tiba bangkrut setelah pemiliknya pulang menunaikan ibadah haji 2010 lalu karena ingin bertaubat, setelah apa yang dilakukannya telah menyekutukan Allah dengan setan demi kepentingan dunia.