Anjuran Memperbanyak Doa pada Hari Tasyrik

, Jurnalis
Minggu 11 Agustus 2019 04:37 WIB
Hari makan dan minum, hari Tasyrik (Foto: Wine Mag)
Share :

Usai salat Idul Adha dan melakukan penyembelihan hewan kurban, umat Islam menapaki hari Tasyrik. Istilah hari Tasyrik berasal dari literatur Arab 'Syaraqa' yang berarti terbit.

Hari Tasyrik adalah tiga hari yang terhitung setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah dalam kalender Islam.

Terdapat dua pendapat yang menjadi asal-usul serta alasan mengapa hari-hari tersebut dinamakan hari Tasyrik. Pertama, dinamakan Tasyrik karena pada zaman dahulu umat Islam mengawetkan daging kurban dengan cara menjemurnya untuk dijadikan semacam dendeng pada hari-hari tersebut. Kedua, karena ibadah kurban tidak dilakukan kecuali setelah terbitnya matahari.[1]

Hari Tasyrik memiliki berbagai keutamaan, hukum, serta amaliah yang berbeda dengan hari-hari besar yang lain. Antara lain:

Keutamaan Hari Tasyrik, di dalam Alquran, Allah SWT telah berfirman:

وَاذْكُرُ اللهَ فِيْ أَيَّامٍ مَعْدُوْدَاتٍ

“Dan ingatlah kepada Allah dalam beberapa hari yang ditentukan,” (QS. Al-Baqarah: 203)

Menurut sahabat Ibnu Umar ra. dan pendapat mayoritas ulama, yang dimaksud 'hari-hari yang ditentukan' dalam ayat tersebut adalah tiga hari setelah hari raya Idul Adha, yaitu hari Tasyrik.

Dari ayat tersebut, secara tersirat Allah SWT mengisyaratkan keutamaan kepada hari Tasyrik dengan menjadikannya sebagai waktu yang istimewa untuk berdzikir mengingat-Nya. Sudah sepatutnya Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk memperbanyak melakukan dzikir di hari-hari tersebut.

Salah satu implementasi nyata dari perintah dzikir tersebut adalah kesunahan membaca Takbir Muqayyad[2] yang diawali sejak salat Subuh hari Arafah (9 Dzulhijah) sampai salat Ashar di hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijah).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya