Angka kematian ibadah haji untuk tahun ini menurut cukup menurun dibanding tahun lalu pada 2018. Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Kementerian Kesehatan, Eka Yusuf Singka, mayoritas jemaah meninggal karena serangan jantung dan dehidrasi.
"Faktor paling besar jemaah haji banyak meninggal adalah karena kelelahan, jantung dan dehidrasi ini artinya asupan cairannya kurang," kata Eka saat dihubungi Okezone, Selasa, (13/8/2019).
Beradasarkan data yang dihimpun saat ini (13/8/2019), terang Eka, total jemaah yang meninggal berjumlah 135 orang. Sedangkan yang dirawat di klinik jemaah haji berjumlah 1.984 orang karena gangguan pernapasan dan infeksi paru-paru.
"Yang dirawat rata-rata ada gangguan pernapasan dan juga infeski paru-paru," ujarnya.
Eka juga mengimbau pada seluruh jemaah haji, supaya tidak terlalu 'ekstra' dalam beribadah karena harus sadar diri akan kesehatan masing-masing.
Selain itu, makanan yang dikonsumsi harus dijaga dan memperbanyak makan buah-buahan suapaya stamina tetap terjaga saat beribadah.
"Saya bukan anti ibadah, ya. Tidak! Saya hanya ingin seluruh masyarakat tahu, khususnya jemaah agar menjaga kesehatannya masing-masing," ujar Eka.