Ketua Komunitas Dai Daiah Indonesia, Ustadz Mahfud Said juga berpendapat, jika faktor jemaah haji meninggal ketika sedang di Tanah Suci adalah antrian keberangkatan hingga 17 tahun lamanya.
"Karena masa tunggu yang lama, maka pada saat berangkat usia sudah semakin tua," ujarnya pada Okezone.
Secara mental, ujar Mahfud, para jemaah sudah kuat sebab mereka menunggu antrean keberangkatan haji sejak lama. Secara fisik dan psikologis sudah siap.
"Memang haji dan umrah itu ibadah yang tidak hanya teori, tapi membutuhkan fisik yang kuat. Untuk tawaf yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali itu sama dengan kurang lebih tiga km, dan kemudian dilanjutkan Sa'i, yaitu berjalan antara Bukit Safa dan Marwa dan seterusnya hampir 4 km. Belum lagi pada saat haji di Arafah, Mina, Muzdalifah, dan lempar jumrah," katanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)