Seorang penjelajah muslim, Ibnu Battuta pada tahun 1326 memulai perjalanan spiritualnya menuju Kota Makkah. Sebelumnya ia sudah berada di Maroko. Lalu ia berangkat dari Maroko, melintasi Afrika Utara ke Kairo. Kemudian ia melanjutkan ke Yerusalem dan Damaskus, kemudian melanjutkan perjalanan ke Madinah dan Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.
"Kami berangkat lagi pada malam hari dari lembah yang diberkati (disebut Marr) dengan hati penuh sukacita, untuk mencapai tujuan. Kami pergi dalam keadaan gembira, kemudian tiba di pagi hari di Kota Surety, Makkah (Allah Maha Besar memuliakannya)," tulis Ibnu Batutta menggambarkan perjalanan spiritual pergi haji di Makkah.
Sebelum mencapai Makkah, dia menghabiskan waktu selama empat hari di Madinah. Saat itu Ibnu Battuta sudah mengenakan pakaian ihram, yaitu kain putih yang menutupi badannya untuk memenuhi salah satu syarat pakaian ketika akan menunaikan ibadah haji.
Saat tiba di Makkah, dia mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali putaran. Kemudian mencium salah satu batu yang disucikan, Hajar Aswad, sambil berdoa.